RADAR JOGJA - Orang jawa pasti tidak asing dengan makanan tradisional yang terbuat dari ketan dan gula merah ini.
Yakni, Wajik dan Wajit
Umumnya, Wajik dan Wajit disajikan dalam acara hajatan orang Jawa. Seperti acara nikahan maupun syukuran.
Keduanya memiliki filosofi mendalam tentang kebahagiaan dan pernikahan.
Namun, makanan tradisional ini dapat ditemukan dalam menu-menu jajanan pasar yang bisa dinikmati setiap saat.
Dalam hal ini kedua makanan melambangkan kerukunan.
Baca Juga: Enzo Fernandez ke Manchester City Nyaris Batal, Chelsea Sempat Punya Opsi Blokir Transfer Rp2,6T
Asal Muasal Wajik hingga Perbedaan dengan Wajit
Wajik merupakan makanan klasik khas Jawa Timur dan Jawa Tengah yang terbuat dari campuran ketan, gula merah, dan santan kelapa.
Meski bahannya cukup sederhana, pembuatan Wajik membutuhkan prses panjang dan ketelitian, agar wajik yang dihasilkan legit dan teksturnya pas.
Namun, di sejumlah daerah memiliki makanan khas yang hampir mirip-mirip dengan Wajik.
Orang awam sering salah kira, antara Wajik atau Wajit.
Lantas bagaimana dengan Wajit?
Wajit diketahui juga berakar dari kata “Wajik”. Hanya saja karena dilafalkan oleh orang Jawa Barat, terdapat pergeseran lafal /k/ menjadi /t/.
Baca Juga: Lindungi Orangutan, Adopsi Online jadi Tren Gen Z
Meskipun begitu, terdapat perbedaan yang khas di antara dua makanan ini.
Wajit merupakan makanan klasik khas Jawa Barat yang terbuat dari campuran ketan, gula merah/gula aren, dan parutan kelapa tua.
Jika di Jawa Timur terdapat wajik kletik khas Blitar, di Jawa Barat terdapat wajik Cililin, khas Cililin Bandung.
Perbedaan Wajik dan Wajit yang paling mencolok adalah dari teksturnya.
Karena wajik hanya menggunakan bahan santan kelapa, gigitan wajik terasa lebih empuk, sedangkan wajit terasa lebih renyah karena menggunakan bahan parutan kelapa tua yang dimasukkan pada adonan.
Perbedaan lain dari wajik dan wajit adalah dari sisi penyajiannya.
Baca Juga: Jack Grealish Kembali Perkuat Everton dengan Status Pinjaman
Penyajian wajik biasanya dilakukan dengan memotong wajik menjadi bentuk kotak-kotak atau belah ketupat (disebut juga bentuk wajik) tanpa pembungkus khusus.
Sedangkan wajit disajikan dengan cara dibungkus oleh kulit jagung kering (klobot) dengan bentuk yang khas.
Selain itu, wajik yang beredar di pasaran biasanya berwarna coklat tua dengan rasa manis gula merah, sedangkan wajit seringkali diproduksi dengan warna yang beragam tergantung dengan rasanya. Rasa wajit yang seringkali diproduksi adalah original, gula aren, kacang hijau, hingga nangka.
Apakah kamu sudah mencoba dua makanan klasik ini?
Editor : Meitika Candra Lantiva