RADAR JOGJA – Minuman berwarna hijau khas Jepang, matcha, kini semakin populer di kalangan anak muda, terutama Generasi Z. Hampir berbagai kedai kopi dan kafe selalu menghadirkan beragam menu yang berbahan dasar matcha, mulai dari matcha latte, matcha espresso fusion, hingga aneka dessert.
Bagi sebagian anak muda, menikmati segelas matcha bukan lagi sekadar menghilangkan dahaga. Minuman ini telah menjadi tren ataupun bagian dari gaya hidup, apalagi minuman ini cocok dinikmati saat belajar, bekerja, atau sekadar berkumpul bersama teman di kafe. Tampilan warnanya yang menarik, cita rasanya yang khas, serta variannya yang semakin banyak membuat matcha semakin diminati oleh berbagai kalangan.
Di balik tren itu, matcha juga memiliki sejumlah manfaat bagi kesehatan. Matcha berasal dari daun teh hijau yang dihaluskan menjadi bubuk, sehingga kandungan nutrisinya tetap terjaga. Minuman matcha mengandung antioksidan, terutama katekin, yang dipercaya dapat membantu melindungi tubuh dari paparan radikal bebas.
Baca Juga: Sound Horeg, Hiburan Rakyat atau Sumber Kebisingan?
Namun demikian, para ahli mengingatkan bahwa mengonsumsi matcha secara berlebihan, terutama yang mengandung tambahan gula atau krimer dalam jumlah tinggi, tetap berisiko memberikan dampak buruk pada kesehatan tubuh.
Popularitas matcha bukan hanya dipengaruhi oleh tren media sosial atau tampilannya yang estetik, tetapi juga oleh meningkatnya kesadaran masyarakat terhadap pilihan minuman yang lebih beragam. Dengan konsumsi yang seimbang, matcha dapat menjadi salah satu alternatif minuman yang dapat dinikmati tanpa harus mengabaikan pola hidup sehat.
Seli sulistiani
Editor : Iwa IkhwanudinSumber : Berbagai Sumber