RADAR JOGJA - Di tengah menjamurnya tempat makan modern di Yogyakarta, Warung Pengkolan yang berada di Jl Kubus 15 Pojok Tiyasan Condongcatur, Depok, Kabupaten Sleman, justru menghadirkan konsep berbeda dengan nuansa tradisional khas zaman dahulu.
Mulai dari desain tempat, kursi kayu, hingga wadah makanan yang digunakan semuanya dibuat sederhana dan identik dengan suasana tempo dulu.
Konsep unik tersebut menjadi daya tarik tersendiri bagi para pengunjung.
Baca Juga: Juara Bertahan Argentina Tiba Amerika Serikat, Siap Jalani Pemanasan Jelang Piala Dunia 2026
Banyak pelanggan datang tidak hanya untuk menikmati makanan, tetapi juga merasakan suasana nostalgia yang jarang ditemui di tempat makan kekinian.
Saat memasuki area warung, pengunjung akan disambut dengan interior bernuansa klasik dan peralatan makan berbahan kayu yang memberi kesan hangat serta sederhana.
Suasana tersebut membuat sebagian pengunjung merasa seperti kembali ke masa lampau.
Salah satu menu yang paling banyak diburu pengunjung ialah Soto Imut.
Soto ini disajikan dengan kuah hangat bercita rasa gurih serta porsi yang pas untuk dinikmati kapan saja.
Tidak hanya soto, warung ini juga menyediakan berbagai pilihan menu dan camilan seperti aneka gorengan, nasi goreng, nasi ndeso telur, hingga es krim jadul yang semakin menambah nuansa nostalgia bagi para pelanggan.
Variasi menu tersebut membuat warung ini ramai dikunjungi berbagai kalangan, mulai dari mahasiswa hingga keluarga.
Baca Juga: Marcelo Bielsa Coret Top Skor Luis Suarez dari Skuad Uruguay untuk Piala Dunia 2026
Selain menawarkan konsep tradisional, harga makanan yang relatif terjangkau juga menjadi alasan Warung Pengkolan diminati pelanggan.
Suasana sederhana dipadukan dengan cita rasa masakan rumahan membuat banyak pengunjung memilih datang kembali.
Keberadaan Warung Pengkolan menjadi salah satu bukti bahwa konsep tradisional masih memiliki daya tarik tersendiri di tengah perkembangan kuliner modern.
Dengan nuansa jadul yang khas dan variasi menu yang beragam, warung ini diperkirakan akan terus menjadi pilihan kuliner favorit masyarakat di kawasan Yogyakarta. (Galuh Fauziyah)
Editor : Meitika Candra Lantiva