Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Di Warung Kupat Tahu Legendaris, SBY Sebut Magelang Jadi Miniatur Good Society

Naila Nihayah • Kamis, 7 Mei 2026 | 22:23 WIB
SBY menyempatkan waktunya untuk mecicipi kuliner legendaris khas Kota Magelang, yakni kupat tahu, Kamis (7/5).
SBY menyempatkan waktunya untuk mecicipi kuliner legendaris khas Kota Magelang, yakni kupat tahu, Kamis (7/5).
 
 
 
MAGELANG - Presiden ke-6 RI Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) menegaskan pentingnya peran seni dan olahraga dalam membangun kualitas kehidupan masyarakat. Menurutnya, ketika dua sektor tersebut tumbuh dan hidup di tengah masyarakat, maka akan tercipta tatanan sosial yang lebih baik atau the good society.
 
"Sering saya sampaikan, kalau dunia seni dan dunia olahraga hidup dan berkembang di tengah masyarakat kita, masyarakat akan bagus menjadi the good society. Lebih rukun, damai, dan bersatu," ujar SBY usai menikmati kuliner legendaris di Kupat Tahu Pojok, Kamis (7/5).
 
Menurut SBY, kombinasi kegiatan tersebut menjadi fondasi penting dalam membangun masyarakat yang tidak hanya maju secara ekonomi. Tetapi juga harmonis secara sosial.
 
Baca Juga: Ditarget Jadi Destinasi Nasional, Rencana Pembangunan Kereta Gantung Prambanan Senilai Rp 200 Miliar Masih Tunggu Izin TKD
 "Di atas segalanya Indonesia harus maju. Tapi ingat, Indonesia juga harus aman, damai, dan tenteram, sehingga semua orang merasa bahagia tinggal di negaranya," katanya.
 
SBY menilai, Kota Magelang memiliki potensi menjadi model pembangunan berbasis keseimbangan antara ekonomi, budaya, dan sosial. Dia menyebut, berbagai agenda yang digelar di kota ini sebagai contoh konkret bagaimana ruang publik dihidupkan secara positif.
 
Selain itu, lanjut dia, faktor sejarah dan posisi geografis juga menjadi pertimbangan kuat. SBY mengaitkan Magelang dengan filosofi Gunung Tidar yang dikenal sebagai pakunya Pulau Jawa.
 
Baca Juga: Cetak Petani Milenial Berbasis Teknologi, SMKN 1 Pandak Kembangkan Greenhouse Budi Daya Melon, Sudah Delapan Kali Panen
 
"Magelang itu sentral. Ada mitos Gunung Tidar sebagai pakunya Pulau Jawa. Kalau ini dirawat dan dikembangkan, bisa menjadi simbol kebaikan dan stabilitas," bebernya.
 
Di sisi lain, kata dia, perhatian juga diberikan pada sektor seni, khususnya generasi muda. Festival band pelajar yang melibatkan siswa SMP dan SMA menjadi ruang ekspresi sekaligus pembinaan kreativitas.
 
Bagi SBY, kegiatan seperti ini memiliki dampak jangka panjang dalam membentuk karakter masyarakat yang lebih terbuka, kreatif, dan toleran.
 
Baca Juga: Sudah Tiga Musim, Bek PSIM Jogja Yusaku Yamadera Ingin Terus Lanjutkan Karier di Sepak Bola Indonesia
 
Di tengah padatnya agenda, SBY menyempatkan diri kembali mengunjungi Kupat Tahu Pojok, satu kuliner legendaris di Kota Magelang yang telah beberapa kali ia datangi. "Kalau tahu kupat ini kan klangenan. Setiap kali makan di sini selalu lezat, jos," ucapnya antusias.
 
Pemilik Kupat Tahu Pojok Kota Magelang Kuntari menyebut, kunjungan ini bukan yang pertama. SBY telah datang hingga sepuluh kali, termasuk lima kali sejak lokasi usaha berpindah ke tempat yang sekarang. (aya/pra)
Editor : Heru Pratomo
#kupat tahu #Magelang #kuliner legendaris #SBY #gunung Tidar