RADAR JOGJA – Tiwul adalah makanan khas Gunungkidul, DIY.
Tiwul berbahan dasar tepung gaplek dan gula yang dikukus untuk disajikan dengan parutan kelapa dan sedikit garam.
Pengganti nasi yang dibuat dari gaplek ini juga dinikmati oleh masyarakat Jawa di daerah Ponorogo, Trenggalek, Wonosobo, Wonogiri, Pacitan hingga Blitar hingga saat ini.
Tiwul menjadi makanan pokok alternatif nasi pada zaman dahulu yang lebih rendah kalori dibanding nasi.
Namun, cukup untuk mengenyangkan perut.
Makanan serupa dengan tiwul di Kebumen, Banyumas, dan Cilacap disebut Oyek.
Sama-sama terbuat dari gaplek, tetapi proses pembuatannya berbeda sehingga menghasilkan rasa yang berbeda pula.
Makanan tradisional ini kemudian berkembang mengikuti zaman, nilai tambah dari bahan pelengkap seperti santan kelapa, coklat, nangka, dan keju sebagai topping dari tiwul.
Kini juga banyak ditemui tiwul goreng yang populer di Gunungkidul.
Cara membuat tiwul sebenarnya sangat mudah dan dapat dimasak sendiri di rumah.
Berikut adalah resep makanan tradisional tiwul.
Bahan-bahan:
400 gram tepung tiwul kering
1 bungkus santan instan
1 buah gula jawa
1 sdt garam
150 ml air
Taburan:
1/2 butir kelapa parut
1/2 sdt garam
Cara membuat:
Cuci bersih tiwul kering dengan air, rendam selama 5 menit lalu tiriskan.
Larutkan garam dengan santan dan air, lalu masukkan ke tiwul yang sudah ditiriskan sambil diasuk. Kemudian pindahkan ke dandang yang sudah dilapisi daun pisang.
Iris tipis gula jawa kemudian campurkan dengan tiwul dan kukus hingga matang.
Campurkan kelapa parut dengan garam sembari diaduk lalu kukus hingga matang
Sajikan tiwul dengan taburan kelapa parut kukus tadi. (Nugrahaningtyas)