Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

5 Makanan Ekstrem di Indonesia Mulai yang Dimakan Mentah hingga Dijadikan Hidangan Spesial Oleh-oleh Khas

Meitika Candra Lantiva • Senin, 6 April 2026 | 11:46 WIB
Beragam kuliner ekstrem di Indonesia. (Kolase Berbagai Sumber)
Beragam kuliner ekstrem di Indonesia. (Kolase Berbagai Sumber)

 

RADAR JOGJA - Indonesia memiliki kekayaan kuliner yang beragam.

Tak terkecuali makanan ekstrem yang didapat langsung dari alam.

Di sejumlah wilayah di Indonesia memiliki kuliner ekstrem tak tergantikan dan bagi masyarakat setempat, hal ini bagian dari budaya.

Meski, tidak semua orang bisa memakan makanan ekstrem tersebut.

Berikut lima makanan ekstrem nusantara, langsung dari alam.

Baca Juga: Kasus Klitih di Godean: Pelaku Belum Tertangkap, Korban Alami Luka di Tangan dan Punggung Akibat Clurit

1.Ulat Sagu

Ulat sagu disebut juga larva kumbang. Dalam bahasa ilmiahnya dinamakan Rhynchophorus ferrugineus.

Ulat ini hidup di batang pohon sagu yang membusuk.

Di Indonesia ulat sagu banyak dijumpai di Papua. Khususnya di wilayah yang dekat dengan kebun sagu.

Bagi masyarakat lokal, memakan ulat sagu sudah menjadi kebiasaan sehari-hari. 

Bahkan, tak jarang, ulat sagu ini dikonsumsi mentah.

Begitu diambil dari pohon, langsung dimakan.

Kendati begitu ada juga yang menjadikannya sebagai lauk yang kaya akan protein.

Cara memasaknya cukup mudah, bisa dipanggang biasa, atau diberi bumbu rempah-rempah.

Ada berbagai macam cara mengolahnya, dan yang pasti rasanya gurih dan menyehatkan.

Baca Juga: Christian Norgaard: Arsenal Tidak Boleh Terpuruk Terlalu Lama

2. Ulat Jati (Ungkrung)

Ulat yang satu ini sempat viral, lantaran jadi buruan yang lezat.

Di sejumlah wilayah khususnya yang dekat dengan kebun pohon Jati, ungkrung banyak ditemukan.

Ungkrung biasa muncul pada saat pohon Jati meranggas.

Bagi masyarakat Gunungkidul, DIY, mengkonsumsi ungkrung sudah biasa.

Pada saat musim pohon Jati meranggas, mereka beramai-ramai berburu ungkrung.

Saking banyaknya, ulat ini, tak sedikit warga menjualnya secara online.

Ungkrung diolah menjadi masakan sederhana hingga istimewa.

Ungkrung bisa digoreng begitu saja dengan dinikmati bersama sambal, dijadikan botok atau pepes, dimasak sayur lombok (jangan lombok), sambel goreng bahkan bisa dibikin frozen ungkrung, dan lainnya.

3. Tembiluk 

Tembiluk disebut juga cacing bakau. Tembiluk ini bagian dari kerang-kerangan moluska laut yang hidup di wilayah pesisir pantai.

Tembiluk banyak bersar di pohon bakau yang lapuk.

Di Indonesia, tembiluk banyak dijumpai di pesisir Pulau Kalimantan, Pulau Sulawesi hingga Papua.

Habitat utama tembiluk ada di perairan payau.

Baca Juga: PSV Eindhoven Resmi Raih Gelar Juara Eredivisie Ketiga Secara Beruntun Setelah Hasil Imbang Feyenoord

Berbeda dari cacing tanah, tembiluk memiliki tekstur kulit yang lebih lembek dan lebih panjang. 

Bagi masyarakat setempat, tembiluk bisa dimakan mentah secara hidup-hidup.

Makanan ekstrem ini juga bisa dinikmati dengan diberi persan jeruk nipis atau limau kemudian diberi penyedap rasa.

Bagi mereka yang sudah pernah menikmati tembiluk mentah, konon rasanya lezat dan gurih. 

4. Puthul

Puthul disebut juga kumbang tanah. Namun ada beragam nama penyebutan hewan berjenis serangga ini.

Di sejumlah daerah, seperti di Gunungkidul, DIY, puthul menjadi makanan favorit bahkan dijadikan camilan hingga lauk makan.

Hewan ini hanya keluar setahun sekali saat awal musim hujan.

Mereka hidup berkoloni. Di balik itu, hewan satu ini merupakan hama bagi para petani.

Puthul akan bertelur dan menghasilkan larva berupa uret yang nantinya memakan akar tanaman terutama padi.

Baca Juga: Assisten Pelatih Manchester City Pep Lijnders Isyaratkan Bernardo Silva Akan Hengkang di Akhir Musim

Kendati begitu, puthul aman dikonsumsi.

Kemunculan puthul menjadi berkah sendiri bagi masyarakat, saat awal musim hujan tiba, mereka banyak berburu.

Puthul biasa ditemukan di malam hari.

Saat matahari tenggelam puthul akan muncul, biasanya di balik dedaunan.

Hampir sama dengan ulat jati, puthul bisa diolah menjadi makanan yang lezat.

Paling umum digoreng atau dibikin peyek.

Puthul memiliki kandungan kaya nutrisi, memiliki protein yang tinggi sebanding dengan ayam dan ikan.

Selain itu mengandung zat besi, vitamin B, dan kalsium.

Baca Juga: Pesta Pernikahan di Purwakarta Berakhir Duka, Pemilik Hajatan Tewas Dikeroyok Sekelompok Orang Meminta Pungli

5. Bekicot

Bekicot sebagian orang megkategorikannya kedalam kuliner yang dirindukan.

Rasanya enak dan nagih.

Namun kuliner satu ini sulit ditemukan.

Sama seperti hewan-hewan sebelumnya, bekicot ini adalah hewan musiman.

Bekicot banyak dijumpai saat musim hujan, atau di tempat-tempat yang lembab.

Hewan lunak dengan nama Achatina fulica ini masuk dalam jenis moluska.

Bekicot memiliki cangkang yang keras untuk melindungi diri.

Bekicot menjadi kuliner yang dirindukan berkat konten-konten yang viral tentang kuliner Magetan, seiring diciptakannya lagu "Bekicot Magetan".

Baca Juga: Gratis dan Ditangani Tenaga Kesehatan Profesional, Ponpes Ulul Albab Balirejo Kembali Gelar Khitanan Massal untuk Peringati Harlah ke-13

Olahan bekicot menjadi oleh-oleh yang khas, bahkan di sana ada yang membudidayakannya.

Meski kerap disebut hama tanaman, nyatanya bekicot memiliki manfaat luar biasa.

Daging bekicot tinggi protein, rendah lemak, kaya zat besi, kalsium, fosfor, vitamin B Kompleks dan vitamin E yang bagus untuk kesehatan saraf.

Daging bekicot memiliki rasa kenyal, paling umum diolah menjadi sate maupun rica-rica. 

Meski demikian proses memasaknya membutuhkan waktu lama.

Sebab daging bekicot harus di rebus untuk mengeluarkan daging dari cangkangnya.

Setelah itu direbus kembali serta direndam dalam air kapur sirih agar terbebas dari lendirnya dan menghasilkan daging yang empuk.

Bagaimana, di antara lima kuliner ekstrem tersebut manakah yang sudah Anda cicipi atau tertarik untuk mencobanya? 

 

 

Editor : Meitika Candra Lantiva
#Hidangan Spesial #makanan ekstrem #kuliner ekstrem #kekayaan kuliner #Indonesia