Di tengah dominasi nasi sebagai makanan pokok masyarakat Indonesia, singkong kerap dipandang sebagai pangan alternatif yang identik dengan kesederhanaan.
Padahal, singkong memiliki keunggulan nutrisi, terutama jika dibandingkan dengan nasi putih.
Salah satunya adalah indeks glikemik yang cenderung lebih rendah pada beberapa olahan singkong, sehingga membantu menjaga kestabilan gula darah dan tidak memicu lonjakan glukosa secara cepat.
Selain itu, singkong juga mengandung serat dan pati resisten ( resistant starch ) yang bermanfaat bagi kesehatan pencernaan. Kandungan ini membantu memperlambat proses penyerapan karbohidrat sekaligus memberi rasa kenyang lebih lama.
Baca Juga: Dulu Dianggap Mistis, Kini Praktik Hipnoterapi Diakui Ilmiah dan Disertifikasi di UGM
Tak heran, dalam sejumlah penelitian, singkong bahkan direkomendasikan sebagai alternatif pangan fungsional pengganti beras.
1. Tiwul
Olahan gaplek (singkong kering) yang dikukus dan sejak lama dikenal sebagai pengganti nasi di berbagai daerah di Jawa. Teksturnya yang berbutir membuatnya dicerna lebih lambat dibanding nasi putih. Indeks glikemiknya yang relatif lebih rendah menjadikan tiwul lebih ramah untuk menjaga kestabilan gula darah.
2. Gatot
Terbuat dari singkong yang telah mengalami proses pengeringan dan fermentasi alami sebelum dimasak kembali. Proses ini tidak hanya memberi cita rasa khas, tetapi juga meningkatkan daya cerna. Kandungan seratnya turut membantu menjaga kesehatan pencernaan.
3. Gethuk
Berasal dari singkong rebus yang dihaluskan dan dicampur gula. Selain mudah dicerna, gethuk mengandung karbohidrat kompleks yang dapat memberikan energi secara bertahap. Kandungan seratnya juga membantu tubuh merasa kenyang lebih lama.
4. Sawut
Terbuat dari singkong yang diparut lalu dikukus bersama gula merah dan kelapa.
Baca Juga: Wedang Ereng-Ereng, dari Pundong, Bantul, Mirip Wedang Uwuh, Lahir dari Luka dan Kesetiaan
Teksturnya yang kasar membuat proses pencernaan berlangsung lebih lambat.
Hal ini membantu mengontrol pelepasan energi dan mencegah lonjakan gula darah.
5. Combro
Olahan singkong parut yang diisi oncom, kemudian digoreng hingga renyah. Kombinasi serat dari singkong dan protein dari oncom menjadikannya lebih seimbang secara nutrisi.
Baca Juga: Wah, Longsor Susulan di Tanjakan Clongop Terjadi Tiga Kali dalam Sepekan: Didominasi Tanah Tua
Meski digoreng, combro tetap dapat menjadi pilihan camilan yang mengenyangkan jika dikonsumsi secukupnya.
6. Tape Singkong
Tape singkong dihasilkan melalui proses fermentasi yang melibatkan mikroorganisme alami. Proses ini membuat tape lebih mudah dicerna dan meningkatkan kandungan senyawa yang baik bagi usus. Rasa manis alaminya juga menjadi daya tarik tersendiri.
7. Lemet
Kudapan tradisional berbahan singkong parut, gula merah, dan kelapa yang dibungkus daun pisang lalu dikukus. Selain mempertahankan rasa alami, proses pengolahan ini juga menjaga kandungan seratnya. Lemet dapat menjadi pilihan camilan yang mengenyangkan sekaligus sederhana.
Penulis: Ferry Aditya
Editor : Bahana.