MAGELANG – Faktor munculnya fenomena mochi custom ini ternyata karena adanya inovasi dari pelaku usahanya yang dapat menarik selera generasi Z untuk mencicip. Hingga ramai dan bermunculan di media sosial.
Salah satu inovasi tersebut adalah pada isian atau filling mochi tersebut.
Guru Kuliner SMKN 3 Magelang Rudi Haryanto mengatakan, jika dulunya mochi identik dengan isian kacang tanah tumbuk atau biji-bijian, kini cita rasanya lebih beragam.
"Yang membuat booming lagi itu adalah isinya. Sekarang ada mochi dengan strawberry utuh, dibalut whipped cream, cokelat, hingga isian modern lainnya," jelas Rudi, Jumat (7/11/2025).
Contohnya bisa dikreasikan dengan donat dengan isian mochi di dalamnya. Bahkan ada yang menggabungkan mochi dengan brownies untuk menciptakan sensasi rasa baru.
Inovasi itu, kata dia, menjadi penting supaya mochi tidak cepat hilang dari pasaran.
"Misalnya mochi dijadikan isi donat atau dicampur dengan kue lain seperti brownies. Orang pasti penasaran," bebernya.
Baca Juga: BMKG Yogyakarta Deteksi Siklon Kalmaegi, Waspada Cuaca Ekstrem dan Gelombang Laut Tinggi
Meski begitu, Rudi memprediksi tren ini bersifat musiman. Masyarakat tidak akan mengonsumsi setiap hari seperti halnya makanan pokok.
Namun, bagi pelaku usaha kuliner, tren ini tetap menjadi peluang besar untuk bereksperimen.
"Selama kreatif dan terus berinovasi, produk seperti mochi custom ini bisa terus hidup dengan wajah baru," imbuhnya. (aya/wia)
Editor : Winda Atika Ira Puspita