Mie Lethek yang dulu dianggap sederhana, kini kian dikenal luas dan dalam momen yang pas, Mi Lethek sempat “naik panggung” bersama NDX AKA di Synchronize Fest 2025 awal bulan Oktober kemarin.
Asal-Usul Mie Lethek
Mie Lethek, kuliner khas Bantul ini berasal dari Desa Preneur Trimurti, Srandakan, Bantul, Yogyakarta. Mie Lethek terbuat dari tepung singkong yang diolah secara tradisional.
Bahkan hingga kini proses pembuatan Mi Lethek masih menggunakan tenaga sapi dalam proses pencampuran adonan bahan bakunya.
Dalam Bahasa jawa, kata “lethek” memiliki arti kusam atau kotor. Penamaan ini merujuk pada warna mie yang tidak berwarna kuning cerah seperti mie pada umumnya.
Mie Lethek sendiri berwarna kecoklatan-keabuan karena bahan utamanya yang berasal dari singkong kering (gaplek) dan tepung tapioka, tanpa tambahan pewarna maupun pengawet kimia.
Sentra produksi Mie Lethek berada di Dusun Bendo, Desa Trimurti, Srandakan, Bantul. Menurut dokumentasi desa Trimurti, rumah produksi mie lethek telah berdiri sejak tahun 1940.
Pendiri produksi Mie Lethek diduga berasal dari seorang perantau dari Yaman, Timur Tengah bernama Umar, yang kemudian membangun usaha mie di Dusun Bendo dengan metode tradisional.
Mie Lethek, Warisan Budaya Tak Benda Ikut Naik ke Panggung Nasional
Pada dekade 1970-1980 an, ketika mie instan mulai populer di Indonesia, Mie Lethek sempat meredup karena kalah dari segi kepraktisan dan tampilannya.
Namun sejak awal 2000 an, tren makanan alami dan kesadaran konsumen terhadap bahan pengawet membuat Mie Lethek kembali memperoleh perhatian.
Dan sejak 2019 Mie Lethek juga telah ditetapkan sebagai Warisan Budaya Tak Benda oleh pemerintah, dan terdaftar di No SK : 362/M/2019 dengan domain Kemahiran dan Kerajinan Tradisional.
Keberadaan Mie Lethek kian dikenal luas oleh masyarakat Indonesia, tak hanya hadir lewat warung-warung legendaris atau liputan kuliner, tapi juga mulai menembus panggung hiburan.
Salah satu momen menarik kemarin di konser musik Synchronize Fest 2025 yang digelar di Gambir Expo, Kemayoran, Jakarta ketika grup musik Hip Hop asal Bantul, NDX AKA, membawakan Mie Lethek ke atas panggung dan membagikannya kepada penonton.
Unggahan di media sosial merekam suasana seru ketika personil NDX AKA membagikan 200 bungkus bakmi lethek ke arah kerumunan penonton dan menyebutkan bahwa mie tersebut adalah makanan khas dari Bantul. Momen itu menjadi simbol akan kebanggan budaya dan kuliner lokal.
Penulis: Ayu Andayani Saputri