Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Dari Pakan Ternak ke Pangan Kaya Gizi dan Serat, Segreng Handayani Beras Merah Gunungkidul Bernilai Ekonomi Tinggi

Yusuf Bastiar • Senin, 25 Agustus 2025 | 04:25 WIB
PRTPP BRIN menggelar pelatihan pengolahan pangan berbasis beras merah di Padukuhan Bleberan, Kapanewon Playen pada Kamis (21/8).
PRTPP BRIN menggelar pelatihan pengolahan pangan berbasis beras merah di Padukuhan Bleberan, Kapanewon Playen pada Kamis (21/8).

 

 

 

 

GUNUNGKIDUL - Gunungkidul memiliki varietas padi unggulan yang kini dikembangkan, padi Segreng Handayani. Beras merah khas Gunungkidul yang memiliki nilai gizi tinggi dan potensi pasar besar.

Pemkab Gunungkidul bersama Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) mendorong pemanfaatan beras merah lokal varietas Segreng Handayani sebagai bahan pangan bernilai tambah.

 Periset Pusat Riset dan Teknologi Pangan (PRTPP) BRIN Dini Ariani menyampaikan, Segreng Handayani merupakan varietas khas Gunungkidul yang selama ini belum banyak dimanfaatkan.

“Sebagian besar masyarakat hanya menjadikannya pakan ternak, padahal beras merah ini kaya gizi dan serat yang baik untuk kesehatan,” jelasnya, Minggu (24/8).

Menurut Dini, riset yang dilakukan BRIN tidak hanya berfokus pada budidaya, tetapi juga pada diversifikasi produk olahan sehingga dapat meningkatkan nilai ekonominya.

“Produk olahan bisa menjadi pangan tradisional sehat sekaligus oleh-oleh khas Gunungkidul, melengkapi ikon kuliner lokal seperti tiwul dan belalang goreng,” tambahnya.

Selain itu periset PRTPP yang lain, Heni Purwaningsih, menekankan keunggulan Segreng Handayani dibanding varietas beras merah lain di DIJ. Hasil uji menunjukkan kandungan antosianin dan serat lebih tinggi serta indeks glikemik rendah.

“Sehingga berpotensi membantu menurunkan kadar gula darah,” terang Heni saat dihubungi.

Kepala Dinas Pertanian dan Pangan Gunungkidul Rismiyadi menjelaskan varietas ini merupakan padi lokal yang dilepas secara resmi melalui SK Menteri Pertanian Nomor 2226/Kpts/SR.120/5/2009.

“Varietas ini cocok untuk sistem padi gogo, sehingga sesuai dengan kondisi lahan tadah hujan di Gunungkidul. Selain itu, dari sisi kualitas, nasi yang dihasilkan pulen dengan kadar amilosa sekitar 29,55 persen, sehingga baik untuk kesehatan,” ujar Rismiyadi saat dihubungi.

Beras Segreng Handayani memiliki ciri khas warna merah pada kulit ari menunjukkan kandungan antosianin yang bermanfaat sebagai antioksidan.

Segreng Handayani memiliki umur panen sekitar 112 hari, tinggi tanaman mencapai 93,5 cm, dengan rata-rata hasil 3,5 ton per hektare dan potensi hasil hingga empat ton per hektare.

“Gabahnya ramping dengan warna kuning kemerahan, dan berat 1.000 butir sekitar 24,33 gram. Setiap malai berisi rata-rata 143 butir, ini menunjukkan kualitas hasil yang baik,” jelasnya.

Dari sisi ketahanan, kata Rismiyadi, Segreng Handayani agak tahan terhadap hama penggerek batang, hawar pelepah daun, dan penyakit kresek, serta mudah dirontokkan saat panen. Karakter ini menjadikannya lebih efisien untuk petani di wilayah dengan curah hujan terbatas. (bas/pra)

Editor : Heru Pratomo
#Pakan Ternak #Bleberan #Gunungkidul #Playen #nasi merah #Pangan Kaya Gizi