Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Rekomendasi Kuliner Bagi Wisatawan di Kawasan Malioboro, Yuk Nikmati Gudeg Bu Lindu, Cita Rasa Legendaris Ada Sejak 1950

Bahana. • Senin, 11 Agustus 2025 | 17:05 WIB

Gudeg Bu Lindu
Gudeg Bu Lindu
RADAR JOGJA – Berjarak sekitar 400 meter dari Jalan Malioboro, di tengah riuhnya kawasan wisata tersebut, terselip sebuah kuliner legendaris yang tak pernah kehilangan pesonanya, yakni Gudeg Bu Lindu.

Berdiri sejak tahun 1950, warung sederhana ini telah menjadi bagian penting dari sejarah kuliner khas Yogyakarta, mempertahankan cita rasa autentik yang tetap terjaga dari masa ke masa.

Nama Mbah Lindu dikenal luas sebagai penjual gudeg tertua di Indonesia.

Konon, beliau sudah mulai berjualan sejak sebelum masa pendudukan Jepang, yang berarti telah lebih dari tujuh dekade mengabdikan diri di dunia kuliner. Keuletan dan konsistensinya menjadikan gudeg racikannya ikonik dan dicari banyak orang.

Pada tahun 2020, Mbah Lindu tutup usia. Meski begitu, warisan kuliner ini tidak ikut hilang, karena usaha tersebut kini diteruskan oleh sang anak.

Setiap hari, kios selalu dipadati pengunjung, baik wisatawan lokal maupun mancanegara, yang ingin merasakan sensasi gudeg legendaris yang telah ada sejak era kolonial.

Bumbu yang digunakan dalam racikan gudeg ini tetap mengikuti takaran yang diwariskan oleh Mbah Lindu. Kekayaan rempah yang digunakan menjadikan gudeg ini memiliki cita rasa yang kuat dan khas, memberikan sensasi rasa yang istimewa. Inilah salah satu alasan mengapa Gudeg Bu Lindu mampu bertahan dan terus dicintai hingga sekarang.

Proses memasaknya pun tetap mempertahankan cara-cara tradisional. Gudeg buatan Mbah Lindu dimasak dengan penuh kesabaran menggunakan peralatan sederhana, sehingga menghasilkan cita rasa yang otentik. Resep dan teknik memasaknya menjadi bagian dari identitas kuliner yang sulit ditiru oleh warung lainnya.

Dapur pembuatan gudeg ini tetap mempertahankan nuansa klasik yang sarat akan kesederhanaan.

Tungku berbahan tanah liat masih digunakan sebagai media memasak, memberikan sentuhan alami sekaligus menjaga kemurnian cita rasa.

Gudeg Bu Lindu bukan sekadar sajian kuliner, melainkan simbol keteguhan menjaga tradisi di tengah arus modernisasi.

Keaslian rasa, proses memasak yang setia pada cara lama, serta sejarah panjang yang menyertainya, menjadikan kuliner ini warisan budaya Yogyakarta yang patut dilestarikan untuk generasi mendatang.

Penulis: Adella Haviza

Editor : Bahana.
#kuliner Jogja #gudeg #Gudeg Bu Lindu