KULON PROGO - Tradisi minum teh tak hanya dimiliki bangsa barat. Indonesia juga memiliki tradisi minum teh yang cukup unik. Bukan dari pucuk daun teh, masyarakat Kalurahan Sidoharjo, Samigaluh, Kulon Progo memiliki teh berbahan pegagan.
Pegagan atau centella asiatica justru diolah menjadi teh yang diseduh layaknya teh konvensional. Teh pegagan memiliki citarasa khas. Cenderung sepat. Tambahan jahe yang dipotong tipis maupun jahe kering kerap jadi campuran.
Baca Juga: USD Gelar Konferensi Internasional Produk Alami Berkelanjutan
Untuk memperkuat wanginya, tak jarang ditambahkan daun serai. Bisa dicacah maupun yang sudah dikeringkang. Terkadang, warga sekitar kerap mencampurkan dengan cengkeh untuk mendapatkan aroma yang lebih kuat.
"Sebenarnya hanya dicampur saja bahannya," ungkap warga Sidoharjo Rolita, saat ditemui di Balai Kalurahan Sidoharjo, Jumat (13/6).
Seluruh bahan tersebut, lanjutnya, hanya perlu diseduh. Jika ingin mendapatkan rasa manis, bisa ditambah gula batu. Namun, khasiat dari pegagan dan rempah-rempah lainnya akan lebih terasa jika tanpa gula. Konon, teh ini berkhasiat uuntuk meningkatkan imun tubuh.
Masyarakat setempat, kata Rolita, sudah mengenal pegagan yang diolah menjadi minuman sejak beberapa geneasi. Terlebih tanaman ini mudah ditemui di kebun. "(Jadi, Red) teh pegagan merupakan minuman khas kalurahan kami," ucap
Sebelum diolah menjadi minuman, warga dulunya hanya menikmati pegagan yang dibuat jadi peyek. Namun kini, produk turunannya lebih bervariasi. Tidak hanya teh dan peyek, namun juga camilan lain seperti keripik hingga stik. (gas/eno)
Editor : Sevtia Eka Novarita