RADAR JOGJA - Kalau kamu pecinta kuliner khas Jawa Tengah, pasti tak asing dengan tengkelng.
Hidangan ini mirip gulai, tapi punya cita rasa yang lebih tajam dan khas.
Tengkelng biasanya dibuat dari tulang kambing, tapi versi tengkelng sapi ala Solo tak kalah nikmat dan lebih mudah dijangkau.
Penasaran cara bikinnya? Yuk, simak resep lengkapnya berikut ini!
Bahan-bahan:
Bahan utama:
• 500 gram tulang sapi (bisa campur dengan iga, tetelan, dan sedikit daging)
• 2 lembar daun salam
• 2 lembar daun jeruk
• 1 batang serai, memarkan
• 2 cm lengkuas, memarkan
• 1 buah tomat, potong-potong
• 1 sdm gula merah (sisir halus)
• Garam dan kaldu sapi bubuk secukupnya
• 1 liter air (untuk merebus)
Bahan pelengkap:
• Bawang goreng
• Sambal rawit
• Jeruk limau
Bumbu Halus:
• 6 butir bawang merah
• 4 siung bawang putih
• 3 butir kemiri, sangrai
• 1 sdm ketumbar
• 1/2 sdt jintan
• 2 cm kunyit
• 2 cm jahe
• 1/2 sdt merica butiran
• 1 sdt garam
Cara Memasak Tengkleng:
1. Rebus tulang sapi dengan sedikit garam hingga empuk dan kaldunya keluar. Buang busa yang muncul agar kuah bening. Sisihkan.
2. Tumis bumbu halus bersama daun salam, daun jeruk, serai, dan lengkuas sampai harum dan matang (minyaknya keluar).
3. Masukkan potongan tomat, aduk rata, lalu masukkan tumisan ke dalam rebusan tulang sapi.
4. Tambahkan gula merah, garam, dan kaldu bubuk. Masak dengan api kecil agar bumbu meresap, sekitar 30–40 menit.
5. Koreksi rasa. Bila perlu, tambahkan air jika terlalu kental atau tambahkan garam/gula sesuai selera.
6. Sajikan hangat dengan taburan bawang goreng, jeruk limau, dan sambal rawit untuk yang suka pedas.
Tips Tambahan:
• Gunakan tulang sumsum atau iga sapi untuk sensasi gurih yang lebih dalam.
• Kalau ingin rasa lebih “Solo banget”, tambahkan sedikit santan encer di akhir memasak.
• Diamkan semalam dan panaskan ulang untuk rasa yang lebih nendang!
Tengkelng sapi ala Solo ini cocok disajikan saat makan siang bareng keluarga atau jadi sajian spesial di akhir pekan.
Bumbunya kaya, kuahnya segar dan gurih, dijamin bikin nambah nasi! (Adinda Fatimatuzzahra)
Editor : Meitika Candra Lantiva