RADAR JOGJA - Yogyakarta tidak pernah kehabisan alasan buat dikangenin.
Selain suasana kotanya yang adem dan ramah, urusan perut juga nggak kalah juara.
Mau yang tradisional, pedas nendang, sampai makanan ala kafe yang cozy, semuanya ada dan siap bikin lidah kamu menari.
Nah, kalau kamu lagi main ke Jogja atau memang tinggal di sini dan ingin kulineran, catat nih tiga tempat makan yang wajib banget kamu coba.
Dari bakmi legendaris yang dimasak pakai arang, ayam geprek kekinian dengan topping mozzarella, sampai tempat nongkrong estetik dengan makanan yang nggak cuma cakep tapi juga enak!
1. Bakmi Jawa Pak Pele
Bakmi Jawa Pak Pele terkenal dengan rasa khasnya gurih, legit, dan dimasak dengan arang.
Tekstur mie-nya lembut dengan topping ayam kampung suwir, telur bebek, dan kaldu yang meresap dan sangat cocok dinikmati malam hari.
Setiap porsi makanan di sini dijual dengan harga Rp 25.000-50.000 per orang dan minuman Rp 3.000.
Pastikan Anda datang lebih awal, karena warung ini akan mencapai puncak keramaiannya pada pukul 20.00 WIB.
Menu andalan: Bakmi godhog (rebus), bakmi goreng, dan magelangan (nasi + mie + telur).
Lokasi: Timur Alun-Alun Utara, depan SD Keputran
Jam buka: 17.00-23.00 WIB
2. Ayam Geprek Keprabon Express
Level kepedasannya bisa disesuaikan, dan ayamnya digeprek dengan sambal rawit merah yang super nendang.
Keprabon terkenal karena porsinya besar, sambalnya segar, dan topping keju mozzarella yang lumer bikin nagih.
Menu andalan: Ayam geprek mozzarella, geprek sambal korek, dan paket geprek jumbo dengan nasi.
Lokasi: Ruko Seturan Square, Jalan Selokan Mataram
Jam buka: 10.00-22.00 WIB.
3. Epic Coffee & Epilog Furniture
Selain jadi tempat nongkrong cozy, makanan beratnya serius enak.
Banyak menu fusion seperti pasta, nasi ayam sambal matah, hingga steak yang dimasak dengan standar resto.
Menu andalan: Chicken sambal matah rice, pasta aglio olio with beef, dan chicken parmigiana.
Lokasi: Jalan Palagan Tentara Pelajar, akses mudah dari Condongcatur via Ring Road Utara.
Jam buka: 08.00-23.00 WIB. (Tri Advent Sipangkar)
Editor : Meitika Candra Lantiva