Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Kopi Joss dan Cethil Ditetapkan Jadi WBTb DIY, Total Ada 32 Sertifikat, Diserahkan oleh Gubernur DIY Hamengku Buwono X

Agung Dwi Prakoso • Selasa, 27 Mei 2025 | 04:50 WIB
Kopi Jos Angkringan Lik Man, Jogja.
Kopi Jos Angkringan Lik Man, Jogja.

JOGJA - Gubernur DIY Hamengku Buwono X menyerahkan sertifikat warisan budaya tak benda (WBTb) yang ada di seluruh DIY. Total ada 32 WBTb resmi yang ditetapkan, salah satunya kuliner khas Kota Jogja Kopi Joss.

"Pelestarian WBTb harus mencakup nilai-nilai, makna, serta fungsi sosial dan budaya yang terkandung dalam setiap warisan tersebut," ujar HB X di Kompleks Kepatihan, Jogja Senin (26/5).

Pelestaruan WBTb, menurutnya, juga harus menjadi fondasi pembangunan berkelanjutan yang memperkuat identitas, menguatkan kohesi sosial, sekaligus menjadi sumber kreativitas dan kesejahteraan masyarakat. Di tengah arus modernisasi, terdapat ancaman terhadap keberlangsungan budaya tradisional. Khususnya pada tradisi dan keterampilan tradisional seperti seni pertunjukan, kerajinan, pertanian yang kehilangan konteks sosialnya serta minim regenerasi.

"Ritual-ritual yang sebelumnya sarat nilai spiritual dan berfungsi sebagai perekat komunitas, saat ini berisiko berubah menjadi sekadar tontonan wisata," tutur bapak lima puteri yang juga raja Keraton Jogja ini.

Dikatakan, perlu dilakukan pergeseran paradigma pelestaruan dari yang bersifat simbolik menjadi transformatif dan berbasis komunitas. Pelaku budaya harus diposisikan sebagai subjek utama, bukan lagi senagai objek program.

"DIY tidak boleh menjadi sekadar ‘etalase budaya’ yang hanya memamerkan masa lalu tanpa merawat roh atau esensinya. Kita harus memastikan budaya tetap hidup, dihidupi, dan relevan dengan zaman," jelasnya.

Ke-32 WBTb itu juga dipamerkan dalam pameran Ajur Ajer, Bayu Manah di Hotel Royal Brongto, Jogja mulai 26-28 Mei. Tema Ajur Ajer, Bayu Manah secara esensial dinilai sebagai upaya mengajak masyarakat untuk melebur tanpa tercabut, berubah tanpa kehilangan arah.

"Bergerak dengan membaca arah angin zaman, namun tetap menuju sasaran nilai luhur kebudayaan," terangnya.

Pameran menampilkan 32 karya WBTb DIY yang telah ditetapkan pada tahun penetapan 2024. Di antaranya Dialek Boso Bagongan, Srimpi Irim-Irim, Golek Jangkung Kuning, Bedhaya Durma Kina Gaya Jogjakarta, Ampo Imogiri, Bakda Mangiran, Labuhan Hondodento, Tradisi Emprak, Adrem, Jathilan Lancur, Mitos Gunung Merapi, Tambak Kali, Jadah Tempe, Apem Wonolelo Sleman, Cethil, Tempe Pondoh, Ayam Goreng Kalasan, Nawu Sendang Kulon Progo, Kethek Kulon Progo, Jenang Lot, Gula Kelapa Kulon Progo, Cublak-Cublak Suweng Jogjakarta, Tari Klana Raja, Tari Wira Pertiwi, Tari Kuda-Kuda, Ketan Lupis Jogjakarta, Becak Jogjakarta, Kopi Joss, Tradisi Sambatan Gunungkidul, Upacara Adat Bersih Kali Gunungkidul, Upacara Adat Njaluk Udan Andongsari, serta Gudeg Bonggol Gedhang.

Wali Kota Jogja Hasto Wardoyo menambahkan, ada salah satu WBTb dari Kota Jogja yakni Kopi Joss. Menurutnya, Kopi Joss perlu untuk dilakukan pengembangan agar produknya lebih kreatif dan diminati banyak orang. "Ide saya, misal arang yang di-joss itu dikembangkan dengan arang yang mengandung vitamin atau kalsium," ujarnya.

Pengembangan itu juga merupakan upaya untuk lebih produktif dan menghidupkan WBTb. Menurutnya, sebuah warisan harus bisa menghidupkan perekonomian masyarakat.

"Bagaimana Kopi Joss di replika tak hanya dijual di Malioboro dan dijual di tempat lain. Artinya nguripi banyak orang," bebernya.

Menurutnya, rekayasa dan pengembangan Kopi Joss bukan hal yang mustahil. Terlebih juga dapat merambah mangsa pasar para lansia yang membutuhkan vitamin dan juga kalsium.

"Arangnya mengandung fortifikasi kan bagus itu. Kami butuh kreativitas itu," ujar mantan bupati Kulon Progo yang juga dokter kandungan konsultan fertilitas-endokrinologi reproduksi itu. (oso/laz)

 

Editor : Sevtia Eka Novarita
#Kota Jogja #Hamengku Buwono X #Kuliner #pelestarian #DIY #kopi joss #gubernur diy #Wali Kota Jogja Hasto Wardoyo #wbtb