MUNGKID - Olahan minuman tradisional Jawa, seperti wedang jamu masih eksis di era sekarang. Bahkan, keberadaannya tetap dicari dan sudah memiliki tempat di hati masyarakat. Minuman kekinian, seperti es kopi dan sejenisnya, justru tidak menggoyahkan industri wedang dan jamu tradisional.
Terlebih, kini produsen wedang dan jamu tradisional mulai beradaptasi dengan membuat produk lebih praktis dan menarik bagi konsumen. Mulai dari kemasan modern hingga varian rasa yang lebih disukai. Namun, khasiatnya tetap dijaga dengan memberikan racikan bahan wedang dan jamu pada umumnya.
Dia menyebut, meski bahan yang digunakan sama dengan wedang atau jamu lain, tapi kualitas dan prosesnya berbeda. Sehingga produk miliknya bisa tahan hingga satu tahun. "Yang paling favorit itu ada wedang bledhek, kopi bledhek, dan wedang uros atau uwuh rosella. Untuk kopi bledhek, rasanya unik karena pakai kopi lanang dan ada rasa pedasnya," sebut dia.
Aneka wedang dan jamu itu bisa dibeli dalam bentuk serbuk atau yang langsung diminum. Seperti beras kencur, kunyit asem, hingga teh daun mint. "Dibanderol dengan harga Rp 10 ribu sampai Rp 15 ribu, itu yang sudah jadi. Kalau yang bentuk serbuk, nanti tinggal diseduh saja," sambungnya. (aya/eno)