RADAR JOGJA - Tak hanya wisatanya, Kaliurang juga syarat akan kuliner spesial yang tidak bisa ditemukan ditempat lain. Salah satu yang patut untuk dicoba adalah Ayam Panggang Mbah Mo, sebuah tempat makan sederhana yang terletak di kawasan Kaliurang, Sleman. Meski terbilang sederhana, warung makan ini menyimpan cita rasa luar biasa yang mampu menarik perhatian para pecinta kuliner dari berbagai penjuru.
Ayam Panggang Mbah Mo pertama kali dirintis oleh seorang wanita paruh baya yang akrab disapa Mbah Mo. Dan karena kelezatan resep racikan turun-temurun dan pengolahan ayam yang sangat khas, tempat ini semakin dikenal luas.
Kini, Ayam Panggang Mbah Mo telah menjadi salah satu ikon kuliner legendaris di lereng Merapi, dan sering dikunjungi baik oleh warga lokal maupun wisatawan dari luar daerah.
Yang menjadi daya tarik utama dari warung ini tentu saja menu andalannya, yaitu ayam panggang khas Jawa. Ayam yang digunakan bukan ayam potong biasa, melainkan ayam kampung pilihan yang memiliki tekstur daging lebih padat, besar dan rasanya yang lebih gurih.
Proses memasaknya dilakukan dengan cara tradisional, yakni dipanggang menggunakan bara api dari arang, bukan kompor modern. Inilah yang membuat aroma ayam menjadi sangat khas dan berbeda dengan ayam panggang pada umumnya.
Bumbu yang digunakan untuk membaluri ayam pun tidak sembarangan. Perpaduan rempah-rempah khas yang rahasia dan kemudian diolah sedemikian rupa hingga menghasilkan rasa manis, gurih, dan sedikit pedas yang meresap sampai ke tulang.
Proses marinasi dilakukan cukup lama, kemudian ayam dipanggang perlahan agar bumbunya benar-benar meresap. Hasilnya adalah ayam dengan kulit kecokelatan yang menggoda dan daging empuk yang kaya rasa.
Sajian ayam panggang biasanya disandingkan dengan nasi hangat, lalapan segar, dan sambal yang pedasnya nampol. Sambal bawang ini menjadi pelengkap sempurna, menambah sensasi pedas dan gurih yang membuat siapa pun pasti ingin nambah. Selain itu, di warung ini juga tersedia menu pelengkap lain seperti tahu dan tempe goreng, pisang goreng serta teh tubruk yang cocok dinikmati bersama hidangan utama.
Suasana makan di Ayam Panggang Mbah Mo juga menjadi pengalaman tersendiri.
Tempatnya berada dikelilingi persawahan dan beratapkan joglo sederhana dengan desain khas Jawa.
Meja dan kursi kayu, serta aroma masakan yang tercium sejak memasuki halaman membuat pengunjung merasa seperti sedang pulang kampung.
Harga yang ditawarkan pun cukup bersahabat, mengingat cita rasa dan pengalaman makan yang ditawarkan. Porsinya pas dan sebanding dengan kepuasan rasa yang didapat. Untuk kamu yang mencintai kuliner otentik, Ayam Panggang Mbah Mo adalah pilihan yang tak boleh dilewatkan saat berada di Yogyakarta, khususnya di kawasan Kaliurang. Buka setiap hari mulai pukul 08.00 hingga 20.00.
(Adinda Tyas Ramadhani)
Editor : Iwa Ikhwanudin