RADAR JOGJA - Omah Dhuwur, yang berarti "Rumah Tinggi" dalam bahasa Jawa, adalah restoran yang menempati bangunan berusia lebih dari 150 tahun di kawasan Kotagede, Yogyakarta.
Restoran ini bukan hanya sekadar tempat makan, tetapi juga menawarkan pengalaman bersantap dengan nuansa sejarah yang kental, arsitektur kolonial yang megah, serta suasana yang elegan dan asri.
Bangunan ini awalnya dimiliki oleh Pak Tembong, seorang tokoh terkenal dari komunitas Wong Kalang pada awal 1900-an.
Pada tahun 1999, Harto Soeharjo, seorang pengusaha perak pemilik HS Silver, mengambil alih bangunan ini dan mengalihfungsikannya menjadi restoran pada tahun 2002.
Arsitektur Omah Dhuwur merupakan perpaduan antara gaya kolonial Eropa dan etnik Jawa, menciptakan suasana klasik yang legendaris.
Begitu memasuki area Omah Dhuwur, pengunjung akan langsung disambut oleh bangunan megah dengan perpaduan interior khas Jawa dan Eropa klasik.
Ruangannya luas dengan langit-langit tinggi, jendela besar, serta perabotan kayu jati yang kuat, menciptakan atmosfer yang nyaman dan elegan.
Area indoor restoran ini memiliki suasana lebih privat dengan lampu gantung antik dan dekorasi klasik yang cocok untuk pertemuan bisnis atau makan malam romantis.
Di sisi lain, area outdoor menjadi favorit bagi mereka yang ingin menikmati hidangan dengan nuansa alami.
Dikelilingi taman hijau yang asri serta pepohonan rindang, suasana di luar terasa lebih santai dan menyegarkan.
Beberapa meja juga ditempatkan di dekat sungai kecil yang mengalir tenang, menciptakan pengalaman bersantap yang semakin syahdu dengan suara gemericik air dan kicauan burung.
Saat sore menjelang malam, rooftop lounge di restoran ini menawarkan panorama indah kota Yogyakarta, menjadikannya tempat yang sempurna untuk menikmati sunset dengan suasana romantis.
Selain suasana yang istimewa, Omah Dhuwur juga menawarkan berbagai menu yang menggugah selera dengan harga yang masih terjangkau untuk kelas restoran berkonsep heritage.
Restoran ini memiliki hidangan khas Nusantara seperti Ayam Goreng Serai dengan aroma khas rempah yang menggugah selera, Sop Buntut dengan kuah kaya rempah, dan Nasi Goreng Seafood yang disajikan dengan aneka seafood segar.
Untuk hidangan bergaya Barat, tersedia Chicken Cordon Bleu yang terdiri dari dada ayam berisi keju dan daging asap yang digoreng renyah, BBQ Beef Back Rib dengan saus BBQ khas Omah Dhuwur yang lembut dan juicy, serta Salmon Cascade yang disajikan dengan saus creamy yang lezat.
Hidangan utama di Omah Dhuwur dibandrol mulai dari harga Rp 30.000an hingga Rp 100.000an.
Omah Dhuwur juga memiliki berbagai pilihan dessert dan minuman untuk melengkapi pengalaman bersantap.
Pisang Goreng Karamel menjadi favorit dengan tekstur renyah yang dipadukan dengan saus karamel manis dan taburan keju.
Panna Cotta Pandan menawarkan cita rasa lembut dengan aroma pandan khas yang memanjakan lidah.
Untuk minuman, tersedia Es Kopi Brown Sugar yang memberikan sensasi manis dan creamy, serta Mango Juice dan Avocado Juice yang terbuat dari buah segar pilihan.
Minuman dan cemilan di resto ini juga memiliki harga yang cenderung terjangkau yaitu dibawah Rp 35.000an.
Selain menu a la carte, restoran ini juga menawarkan paket buffet dengan harga mulai dari Rp 60.000 serta camilan yang dapat dinikmati mulai dari Rp 13.000.
Dengan konsep bangunan heritage yang dipadukan dengan suasana asri dan menu yang beragam, Omah Dhuwur menjadi pilihan utama bagi mereka yang ingin menikmati pengalaman kuliner istimewa di Yogyakarta.
Restoran ini cocok untuk acara keluarga, makan malam romantis, hingga pertemuan bisnis dengan suasana mewah namun tetap hangat.
Omah Dhuwur berlokasi di Jl. Mondorakan No.252, Kotagede, Yogyakarta, dan buka setiap hari mulai pukul 11.00 hingga 23.00 WIB.
Untuk informasi lebih lanjut atau reservasi, Anda bisa mengunjungi akun Instagram mereka di @omahdhuwurjogja.
(Adinda Tyas Ramadhani)
Editor : Iwa Ikhwanudin