RADAR JOGJA - Bagi para pecinta kuliner, menikmati semangkuk soto hangat dengan sensasi khas pengalaman yang tak terlupakan.
Di tengah hiruk-pikuk destinasi kuliner Yogyakarta, Saoto Bathok Mbah Katro menjadi salah satu tempat yang wajib dikunjungi.
Berbeda dengan soto pada umumnya, sajian di warung ini menggunakan bathok kelapa sebagai pengganti mangkuk.
Warung ini memiliki sentuhan unik yang tak hanya menonjolkan estetik tetapi juga membawa pengalaman makan yang berbeda.
Berlokasi di daerah Sambisari, Kalasan, Sleman, warung ini menawarkan suasana pedesaan yang asri.
Pengunjung yang datang bisa menikmati hidangan dengan pemandangan sawah hijau yang menyejukkan mata.
Soto yang disajikan merupakan soto bening khas Solo, dengan potongan daging sapi atau ayam yang lembut, ditambah dengan taoge, seledri, dan taburan bawang goreng yang semakin menggugah selera.
Salah satu keunikan lainnya adalah penggunaan bathok kelapa sebagai wadah soto.
Selain ramah lingkungan, bathok kelapa juga dipercaya dapat menambah cita rasa khas pada soto yang disajikan.
Ditambah dengan harga yang terjangkau, warung ini menjadi favorit bagi wisatawan maupun warga lokal.
Meski menawarkan sensasi makan yang unik, harga menu di Saoto Bathok Mbah Katro tetap ramah di kantong.
Baca Juga: Menilik Pusara Boediardjo, Sosok Pejuang Kemerdekaan, Pernah Jabat Menteri Penerangan pada 1968
Satu porsi saoto hanya dibanderol sekitar Rp 10.000 hingga Rp 15.000, membuatnya menjadi pilihan tepat bagi para pelancong yang ingin menikmati kuliner khas tanpa menguras dompet.
Selain soto, warung ini juga menyediakan berbagai lauk tambahan seperti tempe goreng, sate usus, sate telur puyuh, dan perkedel yang semakin melengkapi kelezatan hidangan.
Selain cita rasa dan keunikan penyajian, Saoto Bathok Mbah Katro juga dikenal sebagai destinasi kuliner yang Instagramable.
Banyak pengunjung yang datang tak hanya untuk mencicipi sotonya, tetapi juga mengabadikan momen dengan latar belakang sawah yang luas dan nuansa pedesaan yang otentik.
Suasana alami dengan semilir angin pedesaan membuat pengalaman kuliner di tempat ini semakin menyenangkan.
Bagi yang ingin mencicipi kelezatan Saoto Bathok Mbah Katro, warung ini buka setiap hari mulai pukul 06.00 - 15.00 WIB.
Lokasinya berada di dekat Candi Sambisari, sehingga bisa menjadi pilihan tempat makan setelah mengunjungi situs sejarah tersebut. (Nur Rahmawati)