RADAR JOGJA - Yu Sheng, yang juga dikenal sebagai Salad Campuran Kemakmuran, merupakan hidangan khas yang sangat dihormati selama perayaan Tahun Baru Imlek.
Hidangan ini tidak hanya menawarkan rasa yang lezat dan menggugah selera, tetapi juga memiliki makna simbolis yang mendalam.
Setiap bahan dalam Yu Sheng mengandung makna yang menyimbolkan harapan dan doa untuk tahun yang penuh kebahagiaan, kekayaan, dan keberuntungan.
Salah satu makna utama dari Yu Sheng adalah melambangkan kebahagiaan dan kegembiraan, serta harapan akan kekayaan yang melimpah di tahun yang baru.
Dalam tradisi Imlek, persiapan dan penyajian salad ini bersama-sama sebagai keluarga menciptakan ikatan persatuan dan keharmonisan, memberikan kesan bahwa kebersamaan adalah bagian dari keberuntungan yang ingin dicapai di tahun yang baru.
Resep Yu Sheng yang terinspirasi oleh Chef Devina Hermawan ini menggabungkan berbagai bahan segar dan bergizi, seperti sayuran segar, buah-buahan, dan ikan salmon.
Masing-masing bahan memiliki makna simbolis: lobak melambangkan keberuntungan dan kemakmuran, sementara wortel melambangkan uang dan kekayaan yang melimpah.
Tidak hanya penuh makna, Yu Sheng juga menonjolkan keseimbangan rasa yang harmonis antara manis, asam, dan umami.
Salmon asap menjadi salah satu bahan utama yang membuat hidangan ini semakin istimewa dengan cita rasa uniknya.
Proses pengawetan salmon menggunakan garam dan gula memberikan tekstur yang lembut serta rasa yang kaya, meningkatkan kelezatan hidangan.
Selain itu, sambal dan minyak wijen memberikan aroma harum dan cita rasa khas Asia, yang semakin memperkaya pengalaman kuliner.
Kulit pangsit goreng yang renyah memberikan sentuhan tekstur kriuk yang kontras dengan kelembutan bahan lainnya.
Kacang mete panggang menambahkan rasa gurih dan nutrisi yang bergizi.
Semua bahan ini disajikan dengan indah, tidak hanya untuk memanjakan mata tetapi juga untuk memanjakan lidah, menciptakan hidangan yang memuaskan dan penuh makna di setiap suapannya.
Yu Sheng bukan hanya sekadar hidangan, tetapi juga sebuah simbol dari harapan dan doa baik untuk tahun yang baru.
Bahan-bahan:
100 gram lobak, serut halus
100 gram wortel, serut halus
1 buah mentimun, serut halus
200 gram salmon asap, iris tipis
2 sendok makan kacang mete panggang, cincang kasar
2 lembar kulit pangsit, goreng hingga renyah dan hancurkan
1 buah jeruk nipis, ambil airnya
2 sendok makan minyak wijen
1 sendok makan sambal oelek (atau sambal sesuai selera)
2 sendok makan kecap asin
1 sendok makan gula pasir
1 sendok teh daun ketumbar segar (optional, untuk hiasan)
Langkah-langkah pembuatan:
Persiapkan Sayuran dan Buah:
Serut halus lobak, wortel, dan mentimun. Setelah itu, rendam sayuran dalam air dingin selama beberapa menit untuk menjaga kesegaran dan kekrenyahannya.
Persiapkan Salmon:
Iris tipis salmon asap dan sisihkan.
Goreng Kulit Pangsit:
Goreng kulit pangsit dalam minyak panas hingga renyah, lalu tiriskan dan hancurkan menjadi potongan-potongan kecil.
Membuat Saus:
Campurkan minyak wijen, kecap asin, sambal oelek, gula pasir, dan air jeruk nipis dalam mangkuk kecil.
Aduk rata hingga gula larut dan tercampur sempurna.
Penyajian:
Siapkan mangkuk besar dan masukkan semua bahan yang sudah disiapkan, mulai dari lobak, wortel, mentimun, dan salmon asap.
Tuangkan saus di atas bahan-bahan tersebut.
Taburkan kacang mete yang sudah dipanggang, kulit pangsit goreng yang sudah dihancurkan, dan daun ketumbar sebagai hiasan.
Tradisi Makan Bersama:
Setelah salad disajikan, semua anggota keluarga dapat ikut serta dalam tradisi makan bersama dengan mengaduk salad menggunakan sumpit atau tangan (sesuai dengan kebiasaan dalam perayaan Imlek).
Aduk rata hingga bahan-bahan tercampur dengan saus dan nikmati hidangan yang melambangkan keharmonisan, kebahagiaan, dan harapan akan keberuntungan. (Nur Rahmawati)