Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Mengenal Kue Bingka: Warisan Kuliner Manis Betawi yang Selalu Dirindukan dan Intip Proses Pembuatannya

Meitika Candra Lantiva • Jumat, 31 Januari 2025 | 17:46 WIB
Kue bingka, sajian tradisional betawi dengan sentuhan rasa yang otentik.
Kue bingka, sajian tradisional betawi dengan sentuhan rasa yang otentik.

RADAR JOGJA - Indonesia dikenal sebagai surga kuliner dengan berbagai makanan tradisional yang memiliki cita rasa khas serta kaya akan nilai budaya.

Salah satu kue tradisional yang telah melekat dalam budaya Betawi adalah kue bingka, sebuah sajian manis yang lembut dan legit, sering dijadikan menu wajib saat bulan Ramadan atau perayaan khusus.

Tak hanya nikmat, kue bingka juga menyimpan sejarah dan makna budaya yang mendalam bagi masyarakat Betawi.

Kue bingka dibuat dari bahan-bahan sederhana seperti tepung terigu, telur, santan, dan gula yang dipanggang hingga menghasilkan tekstur lembut dan aroma wangi.

Kue ini biasanya berbentuk bundar maupun kembangan atau menyerupai bunga.

Umumnya berwarna kuning kecokelatan, atau warna bisa sesuai selera.

Di bagian atasnya yang mengkilap, menandakan kematangannya yang sempurna.

Saat dipotong, kue bingka akan menampilkan tekstur lembut yang menggoda dengan rasa manis dan gurih yang berpadu sempurna.

Dalam budaya Betawi, kue bingka tidak hanya hadir sebagai camilan, tetapi juga memiliki nilai simbolis yang sangat erat kaitannya dengan tradisi masyarakat setempat.

Menurut cerita turun-temurun, kue bingka melambangkan kehangatan dan kebersamaan.

Bentuk kue yang bundar dipercaya mencerminkan harapan akan kehidupan yang harmonis dan berkelimpahan.

Dalam tradisi Betawi, kehadiran kue bingka di meja jamuan adalah simbol rasa syukur dan penghormatan kepada tamu atau keluarga yang hadir.

Kehadiran kue ini di acara-acara penting menunjukkan bahwa pemilik rumah berusaha menyajikan yang terbaik dan menampilkan keindahan dalam kesederhanaan.

Kehangatan yang dihadirkan dari teksturnya yang lembut dan rasa manis yang legit, membuat kue bingka menjadi lebih dari sekadar makanan.

Tetapi juga ungkapan keramahan tuan rumah yang mendalam.

Seiring dengan perkembangan zaman, kue bingka mengalami transformasi dalam hal variasi dan penyajian.

Para pengusaha kuliner Betawi mencoba memodifikasi kue tradisional ini dengan menambahkan rasa cokelat, keju, hingga ubi ungu.

Inovasi ini dilakukan untuk menyesuaikan selera generasi muda yang cenderung menyukai rasa yang lebih modern dan tampilan yang menarik.

Namun, meskipun ada berbagai versi baru, resep bingka klasik dengan rasa manis legit tetap menjadi favorit banyak orang karena menghadirkan nostalgia dan kehangatan masa lalu.

Bahkan di kancah internasional, bingka telah mendapat tempat di hati para pecinta kuliner.

Di Malaysia, misalnya, bingka menjadi salah satu kudapan khas yang disajikan di berbagai pasar tradisional.

Sementara itu, di Brunei, kue bingka sering dihidangkan sebagai bagian dari hidangan penutup di jamuan besar.

Ini menunjukkan bahwa kue bingka, meskipun sederhana, tetap memiliki daya tarik tersendiri yang melintasi batas budaya dan negara.

Untuk Anda yang ingin mencoba membuat kue bingka di rumah, prosesnya sebenarnya tidak terlalu sulit jika mengikuti langkah-langkah yang benar.


Proses Pembuatan Kue Bingka:


1. Siapkan bahan-bahan utama:300 gram tepung terigu


- 4 butir telur ayam
- 500 ml santan kental
- 200 gram gula pasir
- 1/2 sendok teh garam
- 1/2 sendok teh vanili
- 2 lembar daun pandan (untuk aroma)
- Margarin secukupnya (untuk olesan loyang)


2. Kocok telur dan gula:


Masukkan telur dan gula pasir ke dalam wadah besar.
- Kocok menggunakan whisk atau mixer hingga mengembang dan gula larut sempurna.


3. Tambahkan tepung terigu:

- Masukkan tepung terigu secara bertahap ke dalam adonan telur sambil terus diaduk menggunakan spatula hingga tercampur merata.


4. Panaskan santan:

- Panaskan santan bersama daun pandan di atas api kecil.
- Aduk perlahan agar santan tidak pecah dan aromanya semakin wangi.
- Setelah mendidih, biarkan santan agak dingin.


5. Campurkan santan ke adonan:

- Masukkan santan sedikit demi sedikit ke dalam adonan tepung sambil diaduk perlahan agar adonan tidak bergerindil.

- Tambahkan garam dan vanili, lalu aduk kembali hingga adonan benar-benar halus.

6. Siapkan loyang:

- Olesi permukaan loyang berbentuk bulat atau bunga dengan margarin agar adonan tidak lengket saat dipanggang.

7. Tuang adonan ke dalam loyang:
- Tuang adonan ke dalam loyang yang sudah disiapkan.
- Ratakan permukaannya agar kue matang merata.

8. Panggang adonan:
- Panggang adonan dalam oven yang sudah dipanaskan pada suhu 180 derajat Celsius selama 30-45 menit.

- Panggang hingga bagian atas kue berwarna kecokelatan dan bagian tengahnya tidak goyang ketika loyang digoyangkan.

9. Biarkan dingin:
- Setelah matang, keluarkan kue dari oven dan biarkan dingin di dalam loyang selama beberapa menit agar lebih mudah diangkat.

10. Sajikan:
- Potong kue bingka menjadi bagian kecil-kecil dan sajikan di atas piring untuk dinikmati bersama keluarga atau teman.

Meskipun dunia kuliner terus berkembang dan modernisasi merambah segala lini, kue bingka tetap bertahan sebagai warisan manis yang tak lekang oleh waktu.

Kehadirannya di meja makan bukan sekadar menyuguhkan rasa lezat, tetapi juga membawa pesan kehangatan dan tradisi yang dijaga turun-temurun.

Dari dapur masyarakat Betawi, kue bingka telah menembus batas budaya dan mencuri perhatian hingga ke mancanegara.

Dengan proses pembuatan yang sederhana, kue ini seolah mengingatkan kita bahwa kebahagiaan bisa hadir dari hal-hal kecil dan sederhana.

Setiap gigitan kue bingka yang lembut dan manis mengandung sentuhan tangan para leluhur yang penuh keikhlasan.

Jadi, tidak ada salahnya bagi generasi sekarang untuk mencoba membuat kue bingka sendiri di rumah—menjaga tradisi sambil menciptakan memori baru bersama keluarga.

Bagi Anda yang merindukan cita rasa khas kue tradisional ini, tidak ada momen yang lebih tepat untuk kembali merasakan warisan manis dari dapur Betawi.

Selamat mencoba dan menikmati kue bingka yang selalu dirindukan!
(Febina Br Bukit)

 
Editor : Meitika Candra Lantiva
#proses pembuatan #warisan #cita rasa #Budaya #Kuliner Manis Betawi #Kue bingka #Mengenal