Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Mengapa Bika Ambon Berasal dari Medan? Menyelami Asal Usul dan Keunikan Kue Tradisional

Meitika Candra Lantiva • Jumat, 3 Januari 2025 | 17:34 WIB
Bika Ambon, kue tradisional khas Medan yang terkenal dengan tekstur berongga.
Bika Ambon, kue tradisional khas Medan yang terkenal dengan tekstur berongga.

RADAR JOGJA - Bika Ambon, dengan teksturnya yang lembut dan aroma khas yang menggoda, telah memikat hati banyak pencinta kuliner di Indonesia.

Kue tradisional ini begitu populer dan sering dijadikan oleh-oleh khas dari Medan, Sumatera Utara.

Namun, ada satu pertanyaan yang sering muncul: mengapa kue yang disebut "Bika Ambon" ini justru berasal dari Medan, bukan dari Ambon?

Nama "Bika Ambon" mungkin membuat orang yang belum mengenalnya kebingungan.

Banyak yang mengira kue ini memiliki asal-usul di kota Ambon, Maluku, karena namanya seolah merujuk ke daerah tersebut.

Namun, faktanya, Bika Ambon memiliki akar yang dalam di Kota Medan dan menjadi salah satu ikon kuliner yang tak tergantikan di sana.

Asal Usul Nama Bika Ambon


Asal muasal nama Bika Ambon sering menimbulkan kebingungan.

Banyak yang berpendapat bahwa nama "Ambon" berasal dari Jalan Ambon, sebuah kawasan di Medan, di mana kue ini pertama kali dijual dan dikenal luas oleh masyarakat.

Nama jalan tersebut kemudian melekat pada kue ini sehingga dikenal sebagai "Bika Ambon."

Ada juga yang berpendapat bahwa kata "Ambon" mungkin berasal dari bahasa Melayu yang berarti "empuk" atau "lembut," menggambarkan tekstur kue yang istimewa ini.

Keunikan dan Ciri Khas Bika Ambon
Bika Ambon memiliki ciri khas berupa tekstur berongga dan elastis yang dihasilkan dari proses fermentasi adonan.

Rasa yang lezat, tekstur yang unik, serta aroma harum dari daun pandan dan daun jeruk membuat kue ini mudah diingat dan digemari banyak orang.

Biasanya, Bika Ambon memiliki warna kuning keemasan, namun sekarang sudah banyak variasi rasa dan warna seperti pandan, coklat, dan durian yang menambah daya tariknya.

Proses Pembuatan Bika Ambon


Pembuatan Bika Ambon membutuhkan ketelitian dan waktu yang cukup lama, terutama pada proses fermentasi.

Berikut langkah-langkah pembuatan Bika Ambon:


1. Persiapan Bahan


Bahan utama yang digunakan adalah tepung sagu, tepung terigu, santan, gula, telur, dan ragi.

Untuk memberikan aroma yang khas, daun pandan dan daun jeruk ditambahkan ke dalam campuran.


2. Membuat Adonan


Santan yang telah dipanaskan bersama daun pandan dan daun jeruk dibiarkan hingga sedikit dingin.

Setelah itu, campurkan tepung sagu dan tepung terigu ke dalam santan, lalu aduk rata.

Gula, telur, dan ragi ditambahkan ke dalam campuran dan diaduk hingga merata.


3. Proses Fermentasi


Adonan kemudian didiamkan selama sekitar 3-4 jam agar ragi dapat bekerja dan menghasilkan rongga-rongga kecil di dalam kue.

Proses fermentasi inilah yang memberikan tekstur khas pada Bika Ambon.


4. Pematangan


Setelah fermentasi, adonan dituangkan ke dalam loyang yang telah diolesi minyak, kemudian dipanggantahapg dalam oven dengan suhu sedang.

Pematangan biasanya dilakukan dalam dua : pertama dengan api bawah untuk membentuk rongga, kemudian api atas untuk memberi warna kecokelatan pada permukaan.


5. Penyajian


Setelah matang, Bika Ambon dibiarkan dingin sebelum dipotong dan disajikan.

Aroma harum dari pandan dan daun jeruk semakin terasa saat kue masih hangat.


Peran Bika Ambon di Kota Medan


Bika Ambon sudah menjadi bagian penting dari kuliner khas Medan.

Wisatawan yang berkunjung ke Medan hampir selalu mencari kue ini sebagai oleh-oleh.

Banyak toko di Medan yang khusus menjual Bika Ambon, baik dalam varian klasik maupun yang sudah dimodifikasi dengan berbagai rasa.

Popularitasnya sebagai oleh-oleh khas Medan membuat kue ini menjadi simbol kuliner yang tidak boleh dilewatkan ketika berkunjung ke kota tersebut.

Mengapa Bika Ambon Terkenal di Medan?


Bika Ambon begitu terkenal di Medan karena sejarah panjang dan keterkaitannya dengan budaya masyarakat yang beragam.

Sebagai pusat kuliner yang menawarkan berbagai makanan tradisional, Medan menjadi tempat lahirnya inovasi dalam pembuatan Bika Ambon.

Toko-toko di kota ini menciptakan berbagai varian rasa baru yang memenuhi selera pasar dan memperluas popularitas Bika Ambon.


Bika Ambon bukan sekadar kue biasa; ia adalah cerminan warisan kuliner yang kaya dari Medan, Sumatera Utara.

Meskipun namanya menimbulkan kebingungan tentang asal-usulnya, cita rasa dan tekstur yang khas membuatnya tetap menjadi primadona di hati banyak orang.

Setiap gigitan Bika Ambon membawa sensasi kenyal dan aroma harum yang sulit dilupakan, menjadikannya sajian yang sempurna untuk menikmati kelezatan khas Indonesia.

Jika Anda berkesempatan mengunjungi Medan, jangan lewatkan kesempatan untuk mencicipi Bika Ambon yang otentik.

Tidak hanya sebagai oleh-oleh, kue ini juga menjadi bukti kekayaan budaya dan keberagaman kuliner Nusantara.

Dengan memahami sejarah dan proses pembuatannya, kita bisa semakin menghargai Bika Ambon sebagai bagian penting dari kekayaan kuliner Indonesia.
(Febina Br Bukit)

Editor : Meitika Candra Lantiva
#Proses Pembuatan Bika Ambon #Kuliner #asal usul #bika ambon #medan #Keunikan Kue Tradisional