RADAR JOGJA - Hal yang pertama dipikirkan kebanyakan orang saat melihat ulat adalah perasaan jijik dan geli.
Mungkin karena bentuk serta pergerakan mereka yang aneh.
Terlebih ada beberapa spesies ulat yang memiliki racun seperti kebanyakan ulat berbulu, membuat mereka semakin ditakuti.
Namun, siapa sangka bahwa beberapa ulat ini sering dikonsumsi dan dijadikan sebagai lauk makanan.
Jenis ulat yang bisa dimakan memang tidak sembarangan.
Kebanyakan ulat – ulat ini ditemukan di sebuah pohon sebagai larva.
Karena habitat merekalah yang membuatnya diberi nama sesuai pohon yang di tinggali.
1. Ulat Sagu
Sering ditemukan di bagian wilayah Indonesia Timur, ulat sagu merupakan larva dari kumbang penggerek atau kumbang palem merah dengan nama latin Rhynchophorus Ferrugineus.
Ulat ini biasa ditemukan di sebuah batang pohon sagu yang tumbang.
Dengan ukuran seluas ibu jari, ulat sagu memiliki siklus bertahan hidup selama kurang lebih 3 – 6 bulan sebelum mencapai tahap sempurnanya menjadi kumbang dewasa.
Warnanya putih dan memiliki kandungan protein serta lemak dalam jumlah besar.
Umumnya ulat sagu diolah dengan cara disate, digoreng, atau ditumis. Ada juga beberapa orang yang memakannya secara langsung.
2. Ulat Jati
Ada banyak penyebutan dari ulat jati ini di beberapa daerah, seperti ungkrung, dan enthung.
Khusus di daerah Gunungkidul, Yogyakarta, ulat jati menjadi makanan khas dan banyak bermunculan pada musim – musim tertentu.
Sesuai namanya, ulat ini hidup di pohon jati dan sering bergelantungan pada bagian daun.
Memiliki nama ilmiah Hyblaea Puera, ulat jati dipercaya peneliti mengandung banyak gizi seperti protein, vitamin, mineral, lemak dan karbohidrat.
3. Ulat Trembesi
Ulat ini sama seperti ulat jati, ulat trembesi juga menjadi makanan khas warga Gunungkidul.
Ulat ini juga sama – sama dinamakan enthung bagi masyarakat di sana.
Namun, perbedaannya terletak pada cara hidup serta ciri fisik.
Ulat pohon trembesi cenderung memiliki warna hijau dan menempel di atas pohon atau batangnya, sedangkan ulat pohon jati hinggap pada daun pohon.
Meskipun begitu, keduanya sama – sama diincar pada musim tertentu.
Selain dijadikan olahan saat berbentuk ulat, enthung ini juga diincar dalam bentuk kepompong lantaran memiliki nilai jual yang cukup tinggi.
Baca Juga: Upacara Pemakaman Liam Payne Digelar Tertutup di Buckinghamshire
4. Ulat Turi
Jika berita tentang seorang anak SD yang membawa bekal makanan dengan ulat sebagai lauknya, pernah masuk di FYP TikTok akunmu, itu merupakan jenis ulat turi.
Kerap ditemukan di bawah pohon turi bagian akar, ulat ini mampu tumbuh mencapai 10 cm, membuatnya cukup besar hampir seperti buah pisang.
Ada juga yang menyebutnya sebagai ulat gendon atau gendhong. Ulat ini juga dipercaya memiliki kandungan gizi dan protein yang tinggi.
Dan itulah beberapa jenis ulat yang biasa dimakan oleh sebagian masyarakat.
Dari keempat jenis ulat ini, manakah diantaranya yang tertarik kamu coba? (Muhammad Malik Nadzif)
Editor : Meitika Candra Lantiva