RADAR JOGJA – Saoto Bathok Mbah Katro adalah salah satu destinasi kuliner legendaris di Yogyakarta, yang terkenal dengan penyajian unik dan cita rasa autentik.
Terletak di daerah Klaten, warung ini tidak hanya menjadi favorit masyarakat lokal, tetapi juga wisatawan yang ingin merasakan sajian tradisional yang istimewa.
Saoto Bathok Mbah Katro menawarkan lebih dari sekadar sup hangat, ini adalah pengalaman kuliner yang menggabungkan tradisi dan kelezatan dalam satu mangkuk.
Sejarah Saoto Bathok Mbah Katro
Saoto adalah varian soto khas Jawa, dan di Saoto Bathok Mbah Katro, nama “bathok” mengacu pada mangkuk yang terbuat dari batok kelapa.
Mbah Katro, pendiri warung ini, memulai usahanya dengan menggunakan resep warisan keluarga yang telah turun-temurun.
Sejak pertama kali dibuka, Saoto Bathok Mbah Katro terus berkembang menjadi salah satu ikon kuliner Yogyakarta.
Rasa yang konsisten dan pelayanan hangat membuat warung ini populer di kalangan pencinta kuliner tradisional.
Keunikan Penyajian dalam Bathok
Salah satu daya tarik utama Saoto Bathok adalah penyajiannya menggunakan bathok kelapa.
Selain memberikan kesan tradisional yang kuat, bathok kelapa juga menambah aroma alami yang menyatu dengan rasa saoto.
Pengalaman makan menjadi lebih kaya karena unsur estetika dan aroma yang khas ini, membuatnya berbeda dari sajian soto pada umumnya.
Cita Rasa dan Bahan-Bahan
Saoto Bathok Mbah Katro dikenal dengan kuahnya yang bening dan kaya rasa, yang dihasilkan dari kaldu ayam yang dimasak perlahan.
Saoto Ayam menjadi menu andalan di sini, dengan potongan ayam suwir, telur rebus, serta sayuran segar seperti daun bawang dan seledri.
Bumbu-bumbu tradisional seperti jahe, serai, dan daun salam menambah kedalaman rasa yang menggugah selera.
Sebagai pelengkap, saoto disajikan dengan nasi putih dan sambal pedas yang memberikan kombinasi rasa gurih, pedas, dan segar.
Tak lupa, pilihan tambahan seperti kerupuk, emping, dan tahu turut melengkapi hidangan.
Unsur Keunikan Saoto Bathok Mbah Katro
1. Penyajian Tradisional: Penggunaan bathok kelapa sebagai mangkuk memperkuat kesan autentik dan memberikan aroma alami yang unik.
2. Bahan-Bahan Segar: Semua bahan diambil dari sumber lokal yang segar, memastikan kualitas dan kelezatan optimal dalam setiap porsi.
3. Suasana Hangat: Suasana warung yang ramah dan bersahabat membuat pengunjung merasa nyaman, seolah sedang menikmati hidangan di rumah sendiri.
4. Lokasi Strategis: Terletak di dekat pusat kota Yogyakarta, warung ini mudah diakses oleh wisatawan yang ingin menikmati kuliner tradisional tanpa harus menempuh perjalanan jauh.
Harga dan Menu Lainnya
Dengan harga yang sangat terjangkau, satu porsi saoto di warung ini biasanya dihargai sekitar Rp 20.000 hingga Rp 30.000.
Selain Saoto Ayam, ada juga varian lain seperti Saoto Daging Sapi dan Saoto Tahu yang cocok untuk mereka yang ingin mencoba variasi rasa.
Pilihan Menu yang Variatif
Warung ini tidak hanya menawarkan Saoto Ayam, tetapi juga berbagai pilihan lain seperti Saoto Daging Sapi dan Saoto Tahu, memberikan fleksibilitas bagi pengunjung yang ingin mencoba berbagai cita rasa.
Menu tambahan seperti kerupuk dan emping juga tersedia untuk menambah kenikmatan santapan.
Pengalaman Kuliner yang Autentik
Saoto Bathok Mbah Katro bukan hanya tempat makan, melainkan juga sebuah pengalaman kuliner yang otentik dan menggugah selera.
Dengan resep turun-temurun, penyajian unik, dan pelayanan yang ramah, tempat ini menjadi salah satu destinasi kuliner yang wajib dikunjungi saat berada di Yogyakarta.
Bagi siapa pun yang ingin merasakan kelezatan tradisional yang tiada duanya, Saoto Bathok Mbah Katro adalah jawabannya. (Cici Suhartini)
Editor : Winda Atika Ira Puspita