Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Viral! Gegara Review Rawon, Food Vlogger Ini Diboikot Pengusaha Kuliner: Terancam Tak Bisa Makan di Yogyakarta

Winda Atika Ira Puspita • Selasa, 8 Oktober 2024 | 18:15 WIB
Tangkapan layar boikot food vlogger Debiprt.
Tangkapan layar boikot food vlogger Debiprt.

RADAR JOGJA - Seorang food vlogger dengan akun Instagram dan TikTok @debiprt menuai kontroversi setelah diboikot oleh berbagai pelaku bisnis kuliner di Indonesia.

Hal ini bermula dari sebuah ulasan makanan di Yogyakarta, tepatnya pada sebuah bisnis rawon, yang menurut @debiprt dinilai secara objektif berdasarkan pandangan pribadinya.

Melalui akun TikTok-nya, @debiprt sering membagikan ulasan makanan tanpa data pendukung yang jelas.

Ia cenderung hanya menyampaikan apa yang dirasakan secara subjektif terhadap menu yang sedang diulas.

Meski memiliki dasar memasak, banyak yang meragukan akurasi ulasan yang ia berikan, karena cita rasa makanan khas daerah tidak selalu bisa disukai oleh semua orang.

Kontroversi soal boikot ini semakin ramai dibahas di media sosial, terutama melalui akun Instagram @javafoodie pada Sabtu (28/9/2024).

Hingga Rabu, 2 Oktober, restoran rawon yang dikritik oleh @debiprt masih tutup akibat ulasan negatif tersebut yang membuatnya viral.

Sejumlah influencer kuliner, seperti @efenerr dan @javafoodie, turut mendukung aksi boikot ini.

Tak lama setelah video ulasannya menjadi viral, @debiprt menghapus akun Instagram dan TikTok miliknya, diduga karena banjir komentar negatif. Andrea Yudias, seorang content creator, turut mengomentari kontroversi ini. 

Dalam salah satu konten TikTok-nya, Andrea menyebut bahwa rawon yang diulas oleh @debiprt adalah “Rawon Legend” di Yogyakarta, yang telah berdiri sejak tahun 2000-an dan memiliki pelanggan setia.

Dalam ulasannya, @debiprt menyatakan, “Ini rawon tapi rasanya seperti soto, hanya namanya saja rawon. Kurang khas Jawa Timur.” Komentar tersebut menimbulkan reaksi keras, termasuk dari Andrea yang menyindirnya dengan berkata, “Sok-sokan meniru Codeblue.”

Baca Juga: 5 Fakta Menarik Tentang Burung Merpati: Dari Ahli Navigasi hingga Simbol Perdamaian

Kendati begitu, @debiprt telah menyampaikan permohonan maafnya kepada owner warung makan Mamiku dan memposting foto bersama pemilik usaha tersebut di akun TikTok miliknya.

"Saya Debi, pemilik akun @debiprt_, sudah bertemu langsung dengan owner Warung Makan Mamiku dan telah memohon maaf atas kesalahan yang saya buat pada postingan review rawon yang telah merugikan Warung Makan Mamiku," tulisnya dalam foto yang diposting.

"Mohon maaf juga kepada warung-warung lain jika ada kata-kata yang kurang berkenan. Saya tidak ada niat dan maksud sedikitpun untuk menjatuhkan maupun merugikan siapapun. Saya berjanji tidak akan emngulangi hal serupa ke warung lain. Maaf atas kegaduhan yang terjadi. Terima kasih," sambungnya.

Meski begitu komentar tajam masih terus menghampirinya.

"meskipun lo udah minta maaf, tapi sanksi sosial tetap berlaku ya," komentar @fine2101.

"telah merugikan, ganti ruginya gimana bos?" tulis @yahya_sadewa.

"ra iso mlebu warung makan Jogja neh dab," tulis @yougaar

Tak sedikit juga banyak netijen memuji pemilik warung makan Mamiku.

"Yang punya warung sih best...hatinya seluas samudera," komentar @dr.narusunarto

"respek buat yang punya warung," tulis @guyonwatonofficial. (Yohana Britney Lifetoranisa Gowasa)

Editor : Winda Atika Ira Puspita
#pelaku usaha #boikot #influencer #Viral #Kuliner #pengusaha kuliner #food vlogger #influencer kuliner #Review Rawon #review makanan