RADAR JOGJA - Yogyakarta, kota yang kaya akan kuliner tak hanya menyuguhkan gudeg yang manis dan lembut.
Bagi para pecinta pedas, ada satu nama yang wajib Anda coba, yaitu Oseng Mercon Bu Narti.
Hidangan ini telah menjadi legenda di kalangan penikmat pedas, bahkan namanya telah menyebar ke berbagai penjuru.
Oseng mercon, seperti namanya adalah hidangan yang mengandalkan rasa pedas sebagai bintang utamanya.
Daging baik itu daging sapi, ayam, atau jeroan, dimasak dengan bumbu-bumbu pilihan dan cabai rawit yang melimpah.
Hasilnya menjadi sebuah sajian yang mampu membakar lidah namun tetap menggugah selera.
Katanya Oseng Mercon Bu Narti lahir dari kreativitas Bu Narti sendiri.
Di tengah kesulitan hidup, beliau menciptakan hidangan ini untuk menghidupi keluarganya.
Kuliner Oseng Mercon Bu Narti ini sudah ada sejak tahun 1960, sehingga tak heran makanan ini bisa disebut legend.
Oseng Mercon Bu Narti ini sekarang dijual dengan packaging yang lebih modern, di mana oseng mercon dibungkus menggunakan kaleng.
Hal inipun membuat oseng mercon bisa lebih awet dan juga aman untuk dijadikan sebagai oleh-oleh ke luar kota tentunya.
Oseng Mercon Bu Narti Kemasan Kaleng ini terletak di Jl. Parangtritis No.47, Brontokusuman, Kec. Mergangsan, Kota Yogyakarta, Daerah Istimewa Yogyakarta.
Dengan waktu operasional buka setiap harinya di jam 09.00-21.00 WIB.
Dan bagi Anda yang ingin pesan melalui online juga Anda bisa kunjungi Instagramnya yaitu @osengmerconbunartijogja, karena terdapat link di bio yang bisa Anda buka dan terdapat pilihan e-comerce untuk Anda membeli produknya.
Sedangkan bagia Anda yang ingin merasakan langsung masakan Oseng Mercon Bu Narti ini, Anda bisa mengunjungi tempat makan mereka di Jl. Padokan No.16, Padokan Kidul, Tirtonirmolo, Kec. Kasihan, Kabupaten Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta. Dimana tempat ini buka setiap harinya dari jam 16.00-23.00 WIB.
Oseng Mercon Bu Narti adalah bukti bahwa kuliner sederhana bisa menjadi luar biasa.
Rasa pedasnya yang khas, cerita di baliknya yang inspiratif, dan kepopulerannya yang terus meningkat menjadikan hidangan ini sebagai salah satu ikon kuliner Yogyakarta.
Penulis: Demartha Salsa Anugrah