Dengan konsep yang unik dan suasana yang nyaman, tempat makan ini menjadi favorit bagi wisatawan maupun masyarakat lokal.
Lokasi dan Jam Buka
Waroeng Tedoeh terletak di Sambikerep, Bangunjiwo, Kec. Kasihan, Kabupaten Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta.
Lokasinya yang strategis, tidak terlalu jauh dari pusat kota Yogyakarta, membuat tempat ini mudah dijangkau.
Waroeng Tedoeh buka setiap hari mulai pukul 10.00 hingga 19.00 WIB pada hari biasa, dan pukul 10.00 hingga 20.00 pada hari weekend.
Keunikan Cafe dan Bangunan
Salah satu daya tarik utama Waroeng Tedoeh adalah desain bangunannya yang unik dan menyatu dengan alam.
Dominasi batu gamping dan pepohonan rindang menciptakan suasana pedesaan yang asri.
Pengunjung akan merasa seperti sedang bersantap di kebun belakang rumah kuno.
Desain bangunan yang mengusung konsep rumah joglo dan bangunan batu dengan sentuhan modern, memberikan nuansa pedesaan yang kental.
Di kelilingi oleh pepohonan rindang dan area terbuka hijau, membuat suasana makan menjadi lebih santai dan nyaman.
Selain itu banyak spot foto menarik yang bisa kamu jadikan background untuk mengabadikan momen bersama keluarga atau teman.
Tidak sedikit juga pengunjung yang mendatangi Waroeng Tedoeh untuk foto wisuda.
Varian Menu
Menu yang paling populer adalah ingkung tenong, berbagai jenis ikan, udang, dan aneka sambal.
Selain itu, Waroeng Tedoeh juga menyajikan menu-menu tradisional Jawa lainnya yang tidak kalah lezat.
Menu Makanan yang Wajib Dicoba
1. Ingkung Tenong: Ayam kampung utuh yang dimasak dengan bumbu khas Jawa, dibungkus dengan daun pisang, dan dimasak dalam tenong (wadah tradisional dari bambu).
2. Menu Paket Hemat: Berisi paket nasi, lauk, sambal, lalapan, kerupuk, dan es dengan harga mulai dari Rp 22.000 hingga Rp 29.000.
3. Aneka Sambal: Waroeng Tedoeh menyediakan berbagai macam sambal yang menggugah selera, seperti sambal terasi, sambal bawang, atau sambal jeruk.
Waroeng Tedoeh adalah pilihan yang tepat bagi wisatawan yang ingin menikmati kuliner khas Jawa dengan suasana kuno yang nyaman dan asri.
Kombinasi antara cita rasa tradisional dan keindahan alam membuat tempat makan ini semakin menarik untuk dikunjungi.
Penulis: Jaiz Setya Nurjati
Editor : Bahana.