Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Bukan Mangga, Padukuhan Pelem Madu di Imogiri Jadi Sentra Peyek Kacang di Bantul sejak 2006

Rizky Wahyu Arya Hutama • Minggu, 4 Agustus 2024 | 12:50 WIB

Keterangan Salah satu produsen peyek di Dusun Pelem Madu Kustinah saat berfoto dengan produk peyeknya.Rizky Wahyu/Radar Jogja
Keterangan Salah satu produsen peyek di Dusun Pelem Madu Kustinah saat berfoto dengan produk peyeknya.Rizky Wahyu/Radar Jogja
 


 

 

RADAR JOGJA – Nama dusunya adalah Pelem Madu. Tapi jangan dibayangkan di sana adalah sentra buah mangga. Justru salah satu dusun di Kalurahan Sariharjo, Kapanewon Imogiri, Bantul itu adalah sentra produksi peyek. Jadi mata pencaharian andalan untuk meningkatkan perekonomian masyarakat.


Dusun Pelem Madu adalah salah satu dusun yang dijadikan sentra produksi peyek kacang. Hal itu dikarenakan ada sekira 40 orang penduduk yang memproduksi peyek kacang di rumahnya masing-masing.

Cita rasanya yang gurih dan renyah menjadikan peyek dari masyarakat Dusun Pelem Madu digemari oleh masyarakat. Sehingga pangsa pasar peyek dari Pelem Madu ini bisa menyebar hampir ke penjuru Pulau Jawa.


Dukuh Dusun Pelem Madu Sumarji menjelaskan, masyarakat Dusun Pelemmadu ini sudah memproduksi peyek kacang sejak 2006 silam. Hingga sekarang ini masih bertahan. "Dulu awalnya cuma satu dua yang buat. Lama-lama semua ikut-ikutan sampai 40 perajin itu. Karena banyak pembuat peyek di sini maka dusun sini dijadikan sentra peyek," jelasnya, Jumat (2/8).


Menurut Sumarji, dulu rerata perorang di Dusun Pelem Madu ini bisa memproduksi sebanyak 5.000 bungkus peyek selama dua hari. Bahkan jika ditotal dari semua pembuat peyek itu, mereka bisa memproduksi sebanyak 50.000 bungkus peyek perhari. "Setiap rumah produksi di sini punya pasarnya masing-masing," ungkapnya.


Sumarji mengungkapkan produk peyek yang diproduksi oleh masyarakat Dusun Pelem Madu ini bisa bertahan hingga 45 hari. Selain itu, Sumarji juga berharap produksi peyek kacang di Dusun Pelem Madu ini agar bisa terus berjalan serta para generasi muda bisa melanjutkannya.

Salah satu perajin atau pembuat peyek Dusun Pelem Madu Kustinah mengaku saat ini rumah produksinya bisa memproduksi sebanyak 2.500 sampai 3.000 bungkus peyek perhari. "Saya sekarang bisa kirim 5.000 bungkus selama satu minggu ke Jakarta dan ke Temanggung," ucapnya.


Pemilik toko Peyek Santoso ini berharap para pembuat peyek kacang di Dusun Pelem Madu ini bisa bangkit lagi dan produk-produknya bisa laku semua di pasaran. Sebab saat ini sudah banyak variasi peyek yang dijual oleh orang-orang. "Semenjak ada penjual online ini pendapat kami sedikit menurun. Tapi alhamdulillah kami tetap masih bisa jalan," lontarnya.


Lurah Kalurahan Sariharjo Titik Istiyawatun Khasanah juga berpesan kepada para rumah produksi peyek di Dusun Pelem Madu ini bisa membuat inovasi untuk menjual produk-produknya agar bisa mengangkat ekonomi masyarakat. Sebab Titik ingin Dusun Pelem Madu ini tetap terus bisa menjadi salah satu sentra peyek di Bantul. (ayu/pra)

Editor : Satria Pradika
#produksi peyek #Sentra Peyek Kacang #Imogiri