Dengan suasananya yang nyaman dan dekorasi yang unik, cafe ini menawarkan suasana yang berbeda dari cafe pada umumnya dan meninggalkan kesan yang tak terlupakan bagi para pengunjungnya.
Salah satu daya tarik utamanya adalah koleksi piringan hitamnya yang luas, dan acara musik live yang sering diadakan.
Pengunjung dapat menikmati alunan musik klasik, jazz, atau pop yang dibawakan oleh DJ sembari menikmati secangkir kopi atau camilan.
Interior cafe yang didominasi kayu memberikan nuansa hangat dan homey, sehingga membuat pengunjung merasa seperti berada di rumah sendiri.
Selain musik, Suara Dewandaru juga memanjakan lidah dengan menu makanan yang menggugah selera, seperti Nasi Campur Cumi Hitam, Nasi Rawon, Dimsum, Pao Lipat, Cireng, dan makanan lezat lainnya.
Tidak hanya makanan, Suara Dewandaru juga menyajikan beberapa minuman dan makanan penutup yang sangat populer, mulai dari minuman herbal, ice cream hingga kombucha.
Harga menu makanan dan minuman di Suara Dewandaru berkisar antara Rp20.000 – Rp75.000.
Cafe Suara Dewandaru tidak hanya untuk pecinta kopi dan musik, tetapi juga menjadi tempat yang ideal untuk berkumpul dengan teman-teman atau menghabiskan waktu sendirian.
Dengan akses Wi-Fi gratis dan banyak colokan listrik, cafe ini juga populer di kalangan pelajar dan pekerja lepas yang membutuhkan tempat untuk bekerja atau belajar.
Cafe Suara Dewandaru buka hari Selasa-Minggu mulai pukul 12.00 hingga 20.00 WIB, Namun buka lebih awal pada hari Minggu (10.00-20.00 WIB).
Jika anda tertarik untuk datang ke Café Suara Dewandaru, anda dapat melakukan Reservasi terlebih dahulu melalui WhatsApp.
Dengan lokasi yang mudah dijangkau, cafe ini menjadi destinasi yang wajib dikunjungi saat berada di Jogja.
Jadi, bagi kamu yang ingin mencari tempat untuk bersantai, bekerja, atau hanya menikmati waktu sendiri, Suara Dewandaru akan menjadi pilihan tempat yang sempurna.
Dengan kombinasi musik, suasana, dan kuliner yang harmonis, cafe ini telah berhasil memikat hati pengunjung dari berbagai kalangan.
Penulis: Siska Andaniar Nadia Rahma
Editor : Bahana.