Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Kenangan Manis Toko Oen Yogyakarta, Perpaduan Kuliner Belanda dan Indonesia, Begini Asal Muasalnya

Bahana. • Jumat, 12 Juli 2024 | 00:30 WIB

Toko Oen (Foto: Facebook/Andi Setiono Mangoenprasodjo)
Toko Oen (Foto: Facebook/Andi Setiono Mangoenprasodjo)
RADAR JOGJA - Toko Oen pertama kali didirikan di Malang pada tahun 1930 oleh seorang pengusaha Belanda bernama Liem Gien Nio.

Toko ini dengan cepat menjadi tempat favorit bagi masyarakat Belanda dan pribumi untuk menikmati hidangan klasik Eropa dan Indonesia.

Dengan interior yang dipenuhi perabotan vintage dan foto-foto lama, Toko Oen berhasil mempertahankan pesona kolonial yang autentik.

Nama besar Toko Oen meluas dan membuatnya menjadi simbol kelezatan kuliner serta nostalgia masa lalu.

Melihat kesuksesan di Malang, Toko Oen memutuskan untuk memperluas usahanya ke kota lain, termasuk Yogyakarta.

Cabang di Yogyakarta dibuka dengan tujuan untuk menghadirkan suasana kolonial Belanda ke kota budaya yang kaya ini.

Sama seperti di Malang, Toko Oen Yogyakarta menawarkan berbagai hidangan khas yang memadukan cita rasa Eropa dan Indonesia.

Salah satu daya tarik utama Toko Oen Yogyakarta adalah desain interiornya.

Restoran ini dirancang dengan gaya kolonial, menampilkan perabotan antik, lantai ubin yang khas, dan foto-foto hitam putih yang menghiasi dinding.

Suasana ini menciptakan pengalaman makan yang unik, membawa pengunjung kembali ke masa lalu dengan segala keanggunan dan romantisme era kolonial.

Menu di Toko Oen Yogyakarta adalah perpaduan antara masakan Belanda dan Indonesia, mencerminkan sejarah panjang interaksi budaya di Indonesia.

Beberapa hidangan andalan yang disajikan meliputi:

Baca Juga: Menjelajahi Sudut Eksotisme Yogyakarta, Surga Tersembunyi yang Wajib Dikunjungi!

Baca Juga: Mengenal Sejarah Taman Sari Yogyakarta: Tempat Peninggalan Bersejarah, Menyimpan Kisah Masa Lalu

- Bitterballen: Camilan khas Belanda yang terbuat dari adonan ragout daging yang digoreng hingga renyah.

- Poffertjes: Pancake mini ala Belanda yang disajikan dengan gula halus dan mentega.

- Nasi Goreng: Hidangan nasi goreng khas Indonesia yang selalu menjadi favorit.

- Sate: Daging yang ditusuk dan dipanggang, disajikan dengan saus kacang yang lezat.

- Es Krim Buatan Sendiri: Salah satu daya tarik utama Toko Oen, es krim ini dibuat dengan resep tradisional yang memberikan rasa yang autentik dan tekstur yang lembut.

Berlokasi di jantung kota Yogyakarta, Toko Oen mudah diakses oleh wisatawan dan penduduk lokal.

Restoran ini sering menjadi pilihan bagi mereka yang ingin menikmati suasana makan yang berbeda, sambil mengeksplorasi warisan budaya kota Yogyakarta.

Toko Oen Yogyakarta bukan hanya sekadar restoran, melainkan sebuah perjalanan kuliner yang membawa pengunjung merasakan nostalgia masa kolonial.

Banyak pelanggan setia yang mengingat dengan baik momen-momen istimewa yang mereka habiskan di sana, baik itu merayakan ulang tahun, mengadakan pertemuan keluarga, atau sekadar menikmati waktu santai sambil menikmati hidangan lezat.

Sayangnya, Toko Oen Yogyakarta harus menutup pintunya beberapa tahun yang lalu.

Alasan penutupan ini bervariasi, dari tantangan bisnis hingga perubahan preferensi kuliner.

Meski demikian, kenangan tentang restoran ini tetap hidup di hati banyak orang yang pernah menikmati suasana dan hidangannya.

Toko Oen Yogyakarta meninggalkan warisan yang tak terlupakan dalam sejarah kuliner kota ini.

Warisan Toko Oen tetap berlanjut melalui cabang utamanya di Malang, yang masih beroperasi hingga kini.

Toko Oen Malang terus menarik pengunjung dari berbagai penjuru yang ingin merasakan kelezatan kuliner klasik dan menikmati suasana nostalgik yang ditawarkannya.

Toko Oen Yogyakarta mungkin telah tutup, tetapi kenangannya tetap hidup sebagai bagian dari sejarah kuliner dan budaya Yogyakarta.

Bagi mereka yang pernah menikmati suasana dan hidangannya, Toko Oen akan selalu menjadi tempat yang spesial.

Restoran ini mengajarkan kita untuk terus merawat dan menghargai warisan kuliner serta budaya yang kaya di Indonesia.

Penulis : Adawiya Durrotul Hikma

Editor : Bahana.
#Yogyakarta #Belanda #Kuliner #toko oen #Indonesia