Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Ada Yang Pedas tapi Bukan Nyinyiran Netizen, Ini Dia Cerita di Balik Ayam Geprek Yang Populer di Yogyakarta

Bahana. • Selasa, 2 Juli 2024 | 19:10 WIB
ayam geprek
ayam geprek

RADAR JOGJA - Kebanyakan orang Indonesia kalau makan pasti harus dengan sambal.

Rasa pedas solah menjadi sesuatu wajib di lidah ketikan menyantap berbagai menu makanan.

Sambal yang terbuat dari cabai, bawang merah, bawang putih, tomat, serta garam ini dapat dikombinasikan oleh berbagai makanan.

Seperti ayam, daging, ikan air tawar, seafood, bahkan hingga makanan cepat saji pun seperti hamburger, atau bahkan kentang pun menggunakan saus sambal.

Namun apakah sobat mengetahui bahwa ada salah satu makanan yang populer dan dicintai oleh orang Indonesia, dan bahkan mungkin banyak yang belum mengetahuinya.

Makanan yang populer dan dicintai oleh orang Indonesia ini dinobatkan sebagai makanan terenak ketiga versi Taste Atlas.

Makanan yang populer dan dicintai oleh masyarakat Indonesia ini, yakni ayam geprek.

Ayam yang diberikan bumbu tepung ini memiliki cita rasa khas sendiri di lidah orang Indonesia.

Namun apakah sobat mengetahui bahwa ayam geprek memiliki sejarah yang unik

Mau tau dari mana asal dan bagaimana sejarah ayam geprek, berikut ulasannya:

Di balik Cerita Unik Kepedasan Dari Ayam Geprek:

Masakan yang terdaftar dalam makanan ketiga terenak versi Taste Atlas ini ternyata mempunyai cerita sejarah yang unik.

Berawal dari tahun 2003, cerita unik ini berawal dari kota Gudeg yakni Yogyakarta.

Warung makan yang berdiri di daerah Papringan, Caturtunggal, awalanya hanya menjual lotek, soto, dan ayam goreng tepung.

Ialah Bu Ruminah atau yang disapa dengan Bu Rum ini disebut-sebut menjadi pelopor ayam geprek di Yogyakarta.

Mulanya, pemilik warung Ayam Goreng Bu Rum 1 diminta oleh seorang mahasiswa asal Kudus untuk menambahkan sambal ulek di atas ayam goreng tepung tersebut dan melumatkannya menggunakan ulekan.

Hidangan yang populer sekitar tahun 2017 ini, awalnya sempat disebut sebagai "ayam ulek "atau "ayam gejrot".

Ayam hasil dari kreasi Bu Rum ini sekarang sudah banyak hadir di seluruh Indonesia.

Jadi buat sobat yang ada di luar kota nih, sekarang sudah bisa menikmatinya di kota - kota anda.

Namun jika anda berada di kota pelajar ini sobat bisa mampir di Jalan Wulung, Papringan, Caturtunggal, Kec. Depok, Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta 55281.

Perbedaan Ayam Geprek Dengan Ayam Penyet

Ternyata beberapa orang masih ada yang beranggapan bahwa ayam yang dipukul sampai halus dengan campuran cabai ini sama dengan ayam yang hanya dipenyet di atas cobek yang berisikan sambal.

Ternyata terdapat perbedaannya lho.

Ayam penyet menggunakan ayam yang di ungkep lalu digoreng.

Sementara ayam geprek menggunakan ayam yang dibaluri oleh tepung bumbu serbaguna yang digoreng lalu digeprek, alias ditumbuk sampai hancur bersama dengan sambal sehingga menghasilakn tekstur yang berbeda.

Kata "Geprek"Berasal dari Bahasa Jawa

Arti kata geprek dalam bahasa Jawa memiliki arti "dipukul", "ditekan", atau "dilumatkan".

Ternyata ayam geprek ini sempat pula disebut "ayam ulek" atau "ayam gejrot" oleh mahasiswa Jogja.

Namun agar lebih di ingat oleh banyak orang Bu Rum memberi namanya dengan ayam geprek.

Bagi sobat kuliner jika penasaran ingin mencoba sensasi pedasnya ayam yang dilumatkan dan dapat diatur kepedasan levelnya, bisa mampir untuk mencoba kuliner ini, bagaimana apakah anda penasaran sobat kuliner ?

(Bayu Prambudi Susilo)

Editor : Bahana.
#kuliner Jogja #ayam geprek #Yogyakarta #Kuliner #geprek #Jogja