RADAR JOGJA - Jogja, tidak hanya melambangkan destinasi wisata yang memesona serta kekayaan budaya yang beragam.
Provinsi yang berada di Jawa ini juga dikenal dengan kekhasan kuliner yang tak tertandingi.
Salah satu ikon kuliner yang telah lama mengukuhkan posisinya sebagai makanan khas kota ini adalah Gudeg.
Gudeg, makanan khas Jogja, bukanlah hal sulit untuk ditemui di Kota Pelajar. Dari warung pinggir jalan hingga restoran, banyak tempat yang menawarkan sajian lezat ini.
Bahkan, keberlimpahan penjual Gudeg di sepanjang jalan membuat banyak orang menjuluki Jogja sebagai "Kota Gudeg".
Pada dasarnya, Gudeg terbuat dari buah gori atau nangka muda yang dimasak bersama santan, gula aren, dan berbagai bumbu hingga menjadi lembut dan kaya rasa.
Disajikan bersama berbagai pelengkap seperti sambal krecek, opor ayam, telur pindang, dan areh, sebuah kuah kental yang memberikan sentuhan khas.
Ternyata, Jogja memiliki banyak variasi Gudeg yang tak kalah menggugah selera, meskipun bahan utamanya tidak selalu nangka muda.
Berikut adalah beberapa jenis Gudeg yang bisa dinikmati di Jogja yang dikutip dari laman posspika.kemdikbud.go.id pada Kamis (25/4):
1. Gudeg Basah
Gudeg basah adalah salah satu jenis Gudeg yang paling populer dan mudah ditemui di Jogja.
Sajian ini terdiri dari potongan-potongan nangka yang dimasak dengan bumbu khas dan disajikan dengan berbagai lauk seperti ayam, krecek, telur pindang, dan disiram dengan kuah kental berwarna putih kekuningan yang berasal dari areh. Gudeg basah cocok dinikmati dengan nasi hangat atau bubur hangat.
2. Gudeg Kering
Berbeda dengan Gudeg basah, Gudeg kering disajikan dalam keadaan kering tanpa tambahan kuah areh.
Rasanya yang manis dan teksturnya yang lebih padat membuat Gudeg kering menjadi pilihan yang menarik.
Proses memasaknya yang memakan waktu lebih lama membuat gula meresap hingga ke dalam potongan nangka, menjadikannya lebih tahan lama dan cocok sebagai oleh-oleh.
3. Gudeg Manggar
Gudeg Manggar merupakan jenis Gudeg yang diolah dari manggar atau bunga kelapa muda.
Rasanya yang gurih dan teksturnya yang lebih padat membuat Gudeg Manggar memiliki daya tarik tersendiri.
Di balik kelezatannya, Gudeg Manggar memiliki cerita menarik. Awalnya, makanan ini dibuat sebagai bentuk perlawanan terhadap pemerintah Yogyakarta yang dianggap lebih berpihak pada Belanda.
Kini, Gudeg Manggar menjadi salah satu ikon kuliner yang diminati karena keunikan serta ceritanya.
4. Gudeg Mercon
Meskipun namanya sedikit menyeramkan, Gudeg Mercon tidak memiliki hubungan dengan petasan atau bahan peledak lainnya.
Gudeg ini terkenal karena rasa pedasnya yang meledak-ledak di lidah. Campuran cabai rawit segar yang melimpah menjadi penyebab utama rasa pedas pada Gudeg Mercon.
Citra rasa yang berbeda ini membuat Gudeg Mercon menjadi incaran para food vlogger.
Editor : Bahana.