RADAR JOGJA - Kue Pukis bisa menjadi camilan yang mengenyangkan.
Makanan tradisional Kue Pukis ini terbuat dari adonan tepung terigu yang ditambahkan ragi.
Proses pembuatannya cukup mudah. Adonan dipanggang dalam cetakan.
Kue Pukis ini sangat digemari oleh masyarakat karena tekstur yang lembut dan memiliki banyak varian rasa.
Masih dalam nuansa lebaran, Kue Pukis cocok dijadikan menu andalan dalam berbagai event termasuk Halal Bi Halal.
Pada awalnya Kue Pukis hanya disajikan tanpa tambahan topping apapun.
Namun, semakin berkembangnya zaman Kue Pukis hadir dengan berbagai varian rasa, seperti greentea dan pandan.
Berikut resep membuat Kue Pukis dengan berbagai varian rasa:
Bahan-bahan :
1. 150 gr terigu segitiga biru
2. 100 gr gula pasir
3. 2 butir kuning telur
4. 1 butir telur utuh
5. 135 ml susu cair full krim (me: susu sachet dancow + air hangat)
6. 25 gr margarin di cairkan
7. 65 ml santan instan
8. 1 sdt ragi instan
9. 1/2 sdt vanili
10. 1/2 sdt garam
Bahan untuk Toping:
Almond yang sudah disangrai, coklat rasa greentea di tim ditambahkan margarin sedikit (untuk toping), mesis, parutan keju, kacang, aneka buah dan lainnya.
Baca Juga: Ini 5 Tips Sekolah Antimalas setelah Menjalani Libur Lebaran
Proses pembuatan:
1. Masukkan ragi ke susu full krim (1 sachet dancow+air hangat kukus) aduk sisihkan.
2. Masukan gula, kuning telur utuh, vanili garam mixer sampai mengental.
3. Setelah mengental, masukin terigu aduk sebentar kemudian masukin santan, susu cair dan margarin aduk lagi sampai tidak bergerindil.
4. Diamkan adonan sampai 1 jam.
5. Setelah 1 jam panaskan cetakan pukis olesi margarin/minyak sedikit saja. Kalau cetakan sudah panas, kecilkan apinya.
6. Tuangkan adonan ke dalam cetakan masukin topingnya (varian toping) kemudian tutup cetakan.
7. Setelah adonan matang, angkat lalu siap deh Kue Pukis dihidangkan.
Sekedar diketahui, Kue Pukis berbentuk setengah lingkaran dan di atasnya bisa ditaburi ceres atau keju maupun diberi toping lainnya.
Kue ini biasanya berbentuk kecil, tetapi ada juga yang menjualnya dengan bentuk yang besar.
Jajanan ini bisa ditemukan di pasar tradisional ataupun melalui aplikasi pesan makanan online lainnya.
Bicara asal-usulnya, kue ini berasal dari China.
Kue Pukis ini sudah ada di zaman penjajahan.
Awalnya seorang warga Indonesia diculik dan dipekerjakan untuk membuat camilan pada zaman penjajahan.
Lalu penjajah mewajibkan orang yang diculik itu untuk membuat pukis.
Dulunya, resep kue pukis tidak tersebar dan tidak pernah diceritakan pada siapa pun. Sifatnya rahasia.
Tapi entah mengapa di antara tawanan warga Indonesia ada yang mengetahui resep membuat pukis.
Hingga mereka berhasil melarikan diri dan membuat pukis sendiri.
Sejak itulah pembuatan Kue Pukis berkembang pesat dan mulai di jajakan di kalangan masyarakat.
Bagi bangsa Eropa, Kue Pukis merupakan modifikasi dari Kue Wafel. Camilan kue yang biasa dijadikan untuk sarapan pagi. (Hans Christian Widjaya)
Editor : Meitika Candra Lantiva