RADAR JOGJA – Pasar Kotagede atau yang lebih dikenal dengan nama Pasar Legi Kotagede adalah pasar rakyat yang telah berdiri sejak zaman Panembahan Senopati, pada masa kerajaan Mataram Islam.
Meski sudah mengalami renovasi, namun bentuk bangunan aslinya tetap dipertahankan.
Pasar Kota Gede ini merupakan pasar yang memiliki berbagai macam jajanan unik bagi para pemburu kuliner langka.
Bagi sebagian orang, melakukan suatu hal yang mengingatkan akan kenangan masa kecil adalah hal yang menyenangkan.
Salah satunya menikmati kembali jajanan pasar yang menjadi jajanan sewaktu kecil.
Sayangnya, seiring dengan berjalannya waktu tak banyak orang yang menjual jajanan pasar tradisional.
Namun ketik kalian rindu akan jajanan pasar saat jaman masa kecil kalian bisa datang ke Pasar Legi Kota Gede.
Berikut beberapa jajanan pasar tradisional yang ada Pasar Kotagede yang wajib kalian coba ketika berburu kuliner di Pasar ini :
Baca Juga: Waduh, Alfamart Pengasih Kulon Progo Ini Disatroni Maling ? Apa Saja yang Dicuri ?
- Kipo
Makanan ini disebut berasal dari kata Kipo, pertanyaan "Iki opo?" (ini apa?; Jawa) dari orang-orang yang penasaran dengan makanan yang satu ini nah dari sini dipercaya menjadi awal mula nama kipo.
Kulit luar jajanan ini terbuat dari tepung ketan yang diberi pewarna alami hijau dari daun suji, isinya enten-enten atau gula merah dicampur dengan parutan kelapa.
Adonan tersebut dibentuk kecil seukuran jempol orang dewasa, ditata di atas selembar daun pisang, diletakkan di atas loyang (cobek) gerabah, kemudian dipanggang.
- Jenang Sumsum
Bermacam jenis jenang (bubur kental; Jawa) seperti jenang sungsum berwarna putih yang terbuat dari tepung beras dan santan, jenang mutiara dengan bulatan kecil merah mudanya yang khas, juga jenang grendul dengan bulatan berwarna coklat sebesar kelereng yang kenyal.
Tak hanya itu saja, masih ada jenang ketan, wajik, dan bintul (teksturnya mirip getuk namun terbuat dari ketan dan kacang koro) yang dicetak dalam mangkuk ukuran besar, kemudian ditumplek (dibalik; Jawa) di atas daun pisang atau jati, lalu diiris-iris sesuai keinginan pembeli.
Baca Juga: Kelelahan, Anggota Linmas di Sleman Meninggal usai Jaga TPS, KPU Upayakan Dapat Santunan Rp 36 Juta
Editor : Meitika Candra Lantiva