RADAR JOGJA - Setiap orang pasti mempunyai keinginan untuk selalu tampil dengan badan ideal.
Banyak dari mereka yang rela melakukan segala cara untuk mendapatkan hasil sesuai yang diinginkan, termasuk menurunkan berat badan.
Mulai dari diet ketat, konsultasi ke dokter, hingga melakukan beberapa cara ekstrem untuk menurunkan berat badan.
Menurunkan berat badan bukanlah hal yang mudah dilakukan.
Baca Juga: Pria Tewas Diterkam Harimau di Inggris, Program Adopsi Satwa Rp 1,5 Juta Jadi Sorotan
Perlu adanya niat dan konsisten untuk melakukannya, karena prosesnya tidak dapat dilakukan secara instan.
Penurunan berat badan yang dilakukan secara bertahap justru dapat membantu tubuh beradaptasi dan membuat kebiasaan hidup sehat lebih mudah dipertahankan.
Dalam proses menurunkan berat badan tentunya akan menjumpai banyak sekali tantangan.
Beberapa orang mungkin pernah merasa kecewa karena sudah berusaha semaksimal mungkin, tetapi hasil yang didapat belum sesuai dengan harapan.
Baca Juga: Target Hiromu Tanaka saat PSS Sleman Tantang Persebaya: Mencetak Hattrick
Kondisi tersebut tidak selalu disebabkan oleh kurangnya usaha.
Bisa jadi, ada beberapa kebiasaan yang tanpa disadari justru menghambat proses penurunan berat badan.
Kebiasaan kecil yang dilakukan secara terus-menerus dapat memengaruhi pola hidup dan membuat target berat badan menjadi lebih sulit tercapai.
Berikut ini beberapa kebiasaan yang menjadi penghambat menurunkan berat badan.
1. Kurang Tidur
Tanpa disadari, kurang tidur menjadi salah satu penghambat proses penurunan berat badan.
Terlihat sepele dan sering diabaikan banyak orang, kualitas tidur yang buruk dapat mempengaruhi hormon yang mengatur rasa lapar dan kenyang menjadi tidak stabil.
Akibatnya, seseorang cenderung lebih mudah merasa lapar dan memiliki keinginan untuk makan lebih banyak, terutama makanan tinggi kalori.
Selain itu, kurang tidur juga dapat membuat tubuh terasa lemas sehingga seseorang menjadi kurang bersemangat untuk melakukan aktivitas fisik.
Jika kebiasaan ini terus berlangsung, usaha menurunkan berat badan bisa menjadi lebih sulit meskipun pola makan sudah mulai dijaga.
Baca Juga: Guguran Lava Merapi Meluncur 2 Kilometer ke Kali Boyong, Warga Lereng Diminta Waspada
2. Melewatkan Waktu Makan
Dalam menjalankan program diet, bukan berarti seseorang harus selalu menahan rasa lapar secara terus menerus.
Hal ini justru dapat membuat tubuh kekurangan asupan nutrisi dan meningkatkan keinginan untuk makan secara berlebihan.
Biasanya, seseorang berpikiran untuk menahan rasa lapar dan melewatkan waktu makan demi mendapatkan penurunan badan yang cepat.
Padahal, kebiasaan ini justru tidak efektif, karena dapat memicu lonjakan nafsu makan yang lebih banyak di waktu berikutnya.
Menurut beberapa penelitian, makan secara teratur cenderung lebih efektif untuk menjaga metabolisme tetap stabil dan mencegah rasa lapar yang berlebihan.
Baca Juga: Diserang Monyet Liar, Bocah 6 Tahun di Bekasi Dilarikan ke RS Sulianti Saroso
3. Kekurangan Asupan Protein
Kekurangan asupan protein justru membuat seseorang menjadi cepat lapar kembali dan dapat menurunkan massa otot saat diet.
Jika hanya mengandalkan sayur-sayuran setiap harinya, tentu akan membuat seseorang merasa tidak puas dan berpotensi untuk mencari makanan atau cemilan untuk memenuhi hasratnya.
Maka dari itu, asupan protein yang cukup dapat membantu tubuh merasa kenyang lebih lama, yang pada akhirnya dapat mengurangi keinginan untuk makan terlalu banyak.
4. Makan Terlalu Cepat
Mungkin tidak banyak yang sadar bahkan makan yang terlalu cepat dapat mengganggu proses penurunan berat badan.
Makan dengan terburu-buru membuat otak tidak sempat menerima sinyal kenyang, sehingga berisiko makan berlebihan.
Maka dari itu, menikmati hidangan dengan perlahan dan penuh perhatian cenderung lumayan efektif untuk membantu merasa kenyang lebih cepat dan mendukung penurunan berat badan dalam jangka panjang.
Baca Juga: Barcelona Bangkit untuk Hancurkan Galatasaray, Gordon Cetak Gol Perdana di Liga Champions
5. Makan Sambil Terganggu Perhatiannya
Makan saat perhatian teralihkan meningkatkan asupan kalori, baik secara langsung maupun di kemudian hari.
Menonton TV atau menelusuri layar ponsel merupakan contoh makan dengan perhatian teralihkan.
Editor : Meitika Candra Lantiva
Sumber : Beragam Sumber