RADAR JOGJA - Rasa kantuk yang datang setelah makan kerap membuat seseorang ingin segera beristirahat atau tidur. Meski terasa nyaman, kebiasaan tersebut sebaiknya tidak dilakukan secara langsung karena dapat menimbulkan berbagai gangguan kesehatan, terutama pada sistem pencernaan.
Saat tubuh berada dalam posisi berbaring setelah makan, proses pencernaan dapat terganggu dan meningkatkan kemungkinan isi lambung naik ke kerongkongan. Kondisi ini bisa menimbulkan sejumlah keluhan, seperti perut kembung, mual, hingga rasa begah yang membuat tubuh tidak nyaman.
Jika dilakukan berulang kali, kebiasaan tidur setelah makan juga berpotensi memengaruhi kualitas istirahat dan kesehatan secara keseluruhan. Melansir Alodokter dan Hello Sehat, Senin (12/10), berikut lima dampak yang perlu diketahui dari kebiasaan langsung tidur setelah makan.
1. Memicu Kenaikan Asam Lambung
Salah satu risiko yang dapat muncul ketika seseorang langsung berbaring setelah makan adalah naiknya asam lambung. Kondisi ini lebih mudah terjadi setelah mengonsumsi makanan dalam jumlah banyak karena lambung masih dipenuhi makanan yang sedang dicerna.
Ketika tubuh berada dalam posisi horizontal, isi lambung lebih mudah mengalir kembali menuju kerongkongan. Jika kondisi tersebut terjadi berulang kali dan disertai keluhan yang mengganggu, hal ini dapat berkaitan dengan penyakit refluks gastroesofageal atau GERD.
2. Menimbulkan Sensasi Terbakar di Dada
Selain meningkatkan risiko naiknya asam lambung, kebiasaan tidur setelah makan juga dapat memicu heartburn. Kondisi ini ditandai dengan sensasi panas atau terbakar di bagian dada akibat asam lambung yang naik ke kerongkongan.
Keluhan tersebut terkadang disertai rasa tidak nyaman pada ulu hati hingga sensasi asam di mulut. Gejalanya dapat semakin terasa ketika seseorang langsung berbaring setelah makan, terutama bagi mereka yang memiliki riwayat gangguan asam lambung.
3. Berpotensi Meningkatkan Berat Badan
Kebiasaan tidur segera setelah makan sering dikaitkan dengan peningkatan berat badan, terutama jika disertai pola makan berlebihan dan kurangnya aktivitas fisik.
Kenaikan berat badan pada dasarnya terjadi ketika jumlah kalori yang masuk ke tubuh lebih besar daripada energi yang digunakan. Apabila kebiasaan makan berlebihan dan minim bergerak terus berlangsung, kelebihan energi dapat disimpan sebagai lemak dan meningkatkan risiko obesitas.
Mengutip Verywell Health, kelebihan berat badan dan obesitas juga berkaitan dengan meningkatnya risiko berbagai masalah kesehatan, seperti penyakit jantung, diabetes tipe 2, serta kadar kolesterol yang tidak sehat.
4. Mengganggu Kualitas Tidur
Langsung tidur setelah makan juga dapat membuat waktu istirahat menjadi kurang nyaman. Makanan dalam porsi besar atau dengan kandungan lemak tinggi bisa membuat perut terasa penuh, kembung, bahkan menimbulkan sakit perut ketika seseorang mencoba tidur.
Makanan pedas yang dikonsumsi menjelang waktu istirahat pun berpotensi memicu heartburn pada orang yang rentan mengalami refluks asam lambung. Akibatnya, seseorang dapat terbangun pada malam hari atau kesulitan mempertahankan tidur yang nyenyak.
Selain itu, makan berlebihan sebelum tidur dapat memperburuk gangguan pernapasan saat tidur pada sebagian orang, termasuk mereka yang mengalami sleep apnea. Gangguan ini ditandai dengan berhentinya pernapasan untuk sementara secara berulang ketika seseorang sedang terlelap.
5. Diduga Berkaitan dengan Risiko Stroke
Jeda waktu antara makan dan tidur juga menjadi salah satu hal yang diteliti dalam kaitannya dengan risiko stroke. Sejumlah penelitian menunjukkan adanya hubungan antara waktu makan, kebiasaan tidur setelah makan, dan risiko gangguan kesehatan tersebut.
Perubahan metabolisme serta kondisi tubuh setelah makan diduga dapat berperan dalam hubungan tersebut. Namun, kaitan langsung antara kebiasaan tidur setelah makan dan peningkatan risiko stroke masih membutuhkan penelitian lebih lanjut. Oleh sebab itu, temuan tersebut perlu dipahami secara hati-hati dan tidak dianggap sebagai hubungan sebab-akibat yang sudah pasti.
Cara Menghindari Kebiasaan Tidur Setelah Makan
Untuk menjaga kesehatan tubuh dan mengurangi rasa kantuk setelah makan, terdapat beberapa langkah yang dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.
1. Mengonsumsi Makanan Bergizi Seimbang
Pastikan makanan sehari-hari mengandung nutrisi yang dibutuhkan tubuh, seperti protein, karbohidrat, sayuran, dan buah-buahan. Batasi konsumsi makanan dengan kandungan gula tambahan dan lemak berlebihan agar pola makan tetap terjaga.
2. Memperhatikan Porsi Makan
Hindari mengonsumsi makanan dalam jumlah berlebihan sekaligus, terutama pada malam hari. Porsi yang sesuai kebutuhan dapat membantu mengurangi rasa terlalu kenyang dan membuat perut lebih nyaman setelah makan.
3. Memenuhi Kebutuhan Cairan
Minum air putih secara cukup membantu menjaga keseimbangan cairan tubuh. Sebaiknya, penuhi kebutuhan cairan sepanjang hari dan jangan hanya mengandalkan minum dalam jumlah banyak menjelang tidur.
4. Memberikan Jeda Sebelum Tidur
Usahakan tidak langsung berbaring setelah selesai makan. Berikan waktu sekitar dua hingga tiga jam setelah makan malam sebelum tidur, terutama jika sering mengalami keluhan asam lambung. Jeda tersebut membantu mengurangi kemungkinan isi lambung naik ke kerongkongan.
5. Melakukan Aktivitas Ringan
Alih-alih langsung berbaring, cobalah berjalan kaki santai selama 10–15 menit setelah makan. Aktivitas ringan dapat membantu tubuh tetap aktif dan mengurangi kebiasaan langsung tidur setelah menyantap makanan.
6. Menjaga Durasi Tidur
Biasakan tidur selama tujuh hingga sembilan jam setiap malam bagi orang dewasa. Waktu tidur yang cukup dapat membantu menjaga kebugaran tubuh dan mengurangi rasa kantuk berlebihan pada siang hari.
7. Menghindari Rokok dan Membatasi Alkohol
Merokok dapat memperburuk kesehatan secara keseluruhan, sedangkan konsumsi alkohol dapat mengganggu kualitas tidur dan memperparah refluks asam lambung pada sebagian orang. Menghindari rokok dan membatasi atau tidak mengonsumsi alkohol dapat menjadi bagian dari upaya menjaga kesehatan.
Kebiasaan langsung tidur setelah makan sebaiknya dihindari karena dapat memicu gangguan pencernaan dan membuat istirahat terasa kurang nyaman. Untuk mengurangi risikonya, berikan jeda sekitar dua hingga tiga jam sebelum tidur, atur porsi makan, serta lakukan aktivitas ringan setelah menyantap makanan.
Dengan menerapkan pola makan yang seimbang dan kebiasaan hidup sehat, tubuh dapat memperoleh waktu istirahat yang lebih nyaman sekaligus membantu menjaga kesehatan dalam jangka panjang.
FIBRIAN PUTRI HERAGUNG
Sumber: Berbagi Sumber
Editor : Iwa IkhwanudinSumber : Berbagai Sumber