RADAR JOGJA – Daftar pekerjaan masih panjang, pesan di ponsel terus berdatangan, tetapi tubuh sudah terasa lelah meski hari belum berakhir. Kondisi ini cukup akrab bagi mahasiswa maupun pekerja muda yang harus membagi waktu antara tugas, pekerjaan, kehidupan sosial, dan kebutuhan pribadi.
Ketika aktivitas terasa menumpuk, sebagian orang memilih terus memaksakan diri demi menyelesaikan semua pekerjaan. Padahal, produktif bukan berarti harus terus sibuk tanpa jeda. Ada kalanya, langkah yang lebih dibutuhkan justru berhenti sejenak, mengevaluasi kegiatan, lalu mengatur ulang rutinitas agar lebih realistis.
Rasa lelah dapat dipengaruhi banyak hal, mulai dari kurang tidur, tekanan pekerjaan, pola hidup, hingga kondisi kesehatan tertentu. Karena itu, tubuh yang terasa kehabisan energi tidak selalu menandakan seseorang malas atau kurang mampu mengatur waktu.
Salah satu langkah sederhana yang bisa dilakukan adalah meninjau kembali daftar kegiatan harian. Tidak semua pekerjaan harus diselesaikan sekaligus. Cobalah membedakan tugas yang benar-benar mendesak dengan pekerjaan yang masih dapat dikerjakan kemudian. Cara ini membantu menentukan prioritas tanpa harus merasa terbebani oleh seluruh daftar tugas dalam satu waktu.
Membagi pekerjaan besar menjadi beberapa bagian kecil juga dapat membuat aktivitas terasa lebih mudah dijalani. Daripada memikirkan banyak hal sekaligus, selesaikan satu bagian terlebih dahulu sebelum beralih ke tugas berikutnya. Jadwal harian pun sebaiknya tidak dipenuhi kegiatan secara berlebihan. Sisakan waktu untuk beristirahat atau menghadapi perubahan rencana yang tidak terduga.
Baca Juga: Bukan Lagi Bahan Pangan Murah, Harga Telur di Jepang Melonjak Mendekati Rekor Termahal
Selain mengatur pekerjaan, tubuh juga membutuhkan jeda. Terlalu lama duduk di depan laptop atau menatap layar ponsel dapat membuat aktivitas terasa monoton. Sesekali, berdiri, meregangkan tubuh, berjalan ringan, atau mengalihkan pandangan dari layar bisa menjadi cara sederhana untuk menyelingi pekerjaan.
Aktivitas fisik tidak harus selalu berupa olahraga berat. Berjalan kaki dan melakukan gerakan ringan juga dapat menjadi bagian dari kebiasaan sehari-hari. Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) merekomendasikan orang dewasa melakukan aktivitas aerobik intensitas sedang selama 150–300 menit per minggu. Bagi yang belum terbiasa, aktivitas dapat dimulai secara bertahap sesuai kemampuan.
Hal lain yang sering terabaikan adalah waktu tidur. Kebiasaan menyelesaikan tugas hingga larut malam mungkin terasa membantu mengejar target, tetapi jika terus dilakukan, waktu istirahat dapat berkurang. Padahal, tidur yang cukup merupakan bagian penting untuk menjaga kondisi tubuh dan mendukung aktivitas pada hari berikutnya.
NHS menyarankan orang dewasa menjaga jadwal tidur yang teratur dan umumnya tidur sekitar enam hingga sembilan jam setiap malam. Mengurangi penggunaan ponsel menjelang tidur juga dapat membantu membangun rutinitas istirahat yang lebih teratur, terutama bagi mereka yang sering kehilangan waktu karena menggulir media sosial.
Baca Juga: Mentan Amran Ajak Masyarakat Toraja Kembangkan Komoditas Unggulan Daerah
Mengatur ulang rutinitas bukan berarti semua kegiatan harus berjalan sempurna. Ada hari ketika pekerjaan terasa ringan, tetapi ada pula saat ketika seseorang membutuhkan waktu lebih banyak untuk menyelesaikannya. Mengenali batas kemampuan diri dan menyesuaikan target merupakan bagian dari pengelolaan waktu yang sehat.
Meski demikian, kelelahan yang berlangsung selama beberapa minggu, mengganggu aktivitas sehari-hari, atau disertai gejala lain sebaiknya tidak dianggap sebagai hal biasa. Pemeriksaan tenaga kesehatan diperlukan untuk membantu mengetahui penyebabnya.
Pada akhirnya, menjalani hari dengan produktif bukan hanya soal seberapa banyak pekerjaan yang berhasil diselesaikan. Menentukan prioritas, menjaga waktu tidur, bergerak secara teratur, dan memberi ruang untuk beristirahat juga menjadi bagian dari rutinitas yang seimbang.
Ketika energi terasa habis sebelum hari berakhir, tidak selalu berarti seseorang harus bekerja lebih keras. Bisa jadi, sudah waktunya mengevaluasi kebiasaan dan menyusun kembali kegiatan agar tubuh dan pikiran memiliki ruang untuk pulih.
(Maria Margaretha Nirong Gedo)
Editor : Iwa Ikhwanudin
Sumber : Berbagai Sumber