JOGJA - Dinas Kesehatan (Dinkes) DIY mencatat 33 kasus influenza A sepanjang Januari hingga 30 September. Kasus tersebut ditemukan melalui pemantauan sentinel influenza like illness (ILI) dan severe acute respiratory infection (SARI). Penderita tercatat menjalani perawatan jalan maupun rawat inap.
Kepala Dinkes DIY Gregorius Anung Trihadi mengatakan, peningkatan kasus influenza A terpantau seiring dengan naiknya kasus infeksi saluran pernapasan akut (ISPA) dalam beberapa waktu terakhir.
"Kondisi cuaca turut menjadi salah satu faktor yang membuat penularan penyakit pernapasan lebih mudah terjadi," katanya saat ditemui di kantornya, Senin (5/10).
Anung menjelaskan, sistem sentinel digunakan Dinkes DIY untuk melihat tren penyakit yang berkembang di masyarakat. Pemantauan ILI dilakukan melalui Puskesmas Danurejan untuk pasien rawat jalan. Sedangkan pemantauan SARI dilakukan melalui RSUP Dr Sardjito untuk pasien rawat inap.
Baca Juga: Dinkes Kabupaten Bantul Belum Temukan Kasus Influenza A, Tetap Imbau Masyarakat Terapkan PHBS
Sampel dari pasien yang memenuhi kriteria kemudian diperiksa di laboratorium untuk mengetahui jenis virus yang menyebabkan penyakit. Data tersebut menjadi salah satu indikator bagi Dinkes DIY dalam membaca perkembangan penyakit pernapasan.
Menurut dia, peningkatan kasus influenza A paling terlihat pada September. Sebelumnya, penambahan kasus cenderung sedikit setiap bulan. Namun, pada September terjadi lonjakan hingga membuat total kasus mencapai 33.
"Biasanya naiknya satu, satu, satu, dua. September itu bisa naik sekitar 10 atau lebih dari itu. Nah, itulah yang kemudian memang terjadi peningkatan," jelasnya.
Meski mengalami peningkatan, Anung memastikan kondisi tersebut belum menunjukkan situasi yang mengkhawatirkan. Seluruh kasus influenza A yang terpantau hingga 30 September tidak dilaporkan menimbulkan fatalitas.
"Alhamdulillah sembuh dan tidak ada laporan fatalitas untuk kasus tersebut. Kesiapan rumah sakit juga tidak ada masalah," ujarnya.
Baca Juga: Kota Jogja Waspadai Penularan Influenza Tipe A, Sekolah Diimbau Terapkan Lima Langkah Pencegahan
Dia menambahkan, kasus influenza A yang terpantau melalui sentinel belum secara otomatis menggambarkan seluruh kasus di DIY. Sebab, pemantauan dilakukan pada fasilitas kesehatan yang menjadi lokasi sentinel, yakni Puskesmas Danurejan dan RSUP Dr Sardjito. Pasien yang datang ke fasilitas tersebut juga tidak seluruhnya berasal dari DIY.
Karena itu, data sentinel lebih digunakan untuk membaca kecenderungan penyakit dan menentukan apakah diperlukan kewaspadaan lebih lanjut.
Anung mengimbau masyarakat tidak perlu khawatir secara berlebihan dengan meningkatnya kasus influenza A. Namun, kewaspadaan tetap diperlukan, terutama bagi kelompok berisiko tinggi seperti balita, lansia, serta masyarakat dengan penyakit penyerta atau daya tahan tubuh rendah.
Masyarakat juga diminta menerapkan pola hidup sehat, mencukupi kebutuhan air putih, beristirahat cukup, serta menggunakan masker ketika mengalami batuk atau gejala infeksi saluran pernapasan untuk mencegah penularan.
"Kalau sakit batuk, pakai masker dan etika batuk yang baik untuk mencegah yang lain tertular. Jaga sehat, makan yang sehat, istirahat yang cukup dan aktivitas yang cukup," tandasnya. (cin/laz)
Editor : Herpri Kartun
Sumber : Radar Jogja