MAGELANG – Penyakit tidak menular menjadi temuan yang cukup dominan dalam pelaksanaan cek kesehatan gratis (CKG). Hipertensi dan diabetes melitus menjadi penyakit yang banyak ditemukan dan dinilai berisiko meningkatkan penyakit jantung serta stroke.
Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Magelang Istikomah menuturkan, temuan tersebut menunjukkan pentingnya pemeriksaan kesehatan secara rutin. Termasuk untuk mendeteksi penyakit sebelum berkembang menjadi lebih serius.
"Ternyata dari hasil CKG yang dilakukan selama ini, didominasi penyakit penyebab risiko jantung dan stroke, yakni diabetes melitus dan hipertensi," katanya usai kampanye Germas, Jumat (2/10).
Baca Juga: SMA Pangudi Luhur Tumbangkan SMAN 11 Yogyakarta, Siap Menuju Babak Playoff Ajang DBL 2026 DIY
Istikomah menyebut, prevalensi hipertensi di Kota Magelang tergolong tinggi. Berdasarkan data Kementerian Kesehatan, lanjut dia, prevalensi hipertensi mencapai sekitar 39,02 persen dari total penduduk Kota Magelang.
Selain hipertensi, penyakit gula atau diabetes serta obesitas juga menjadi penyakit tidak menular yang cukup banyak ditemukan. Hanya saja, dia tidak menyebut detail jumlah warga yang menderita penyakit tersebut.
Peningkatan penyakit tidak menular menjadi perhatian karena beban penyakit itu semakin besar. Kondisi itu mendorong Pemkot Magelang memperkuat upaya promotif dan preventif melalui Gerakan Masyarakat Hidup Sehat (Germas).
Baca Juga: Investasi Bantul Sudah Lampaui Target Renstra, Belum Ada Investor Baru, Masih Didominasi Pemain Lama
Kampanye Germas kali ini, kata dia, menyasar ASN dan non-ASN di lingkungan Pemkot Magelang. Wali Kota Magelang Damar Prasetyono mengatakan, kondisi kesehatan aparatur menjadi bagian penting dalam mendukung pelaksanaan pelayanan publik.
ASN maupun non-ASN sebagai abdi masyarakat dan abdi negara dituntut memiliki kondisi kesehatan yang prima agar dapat menjalankan tugasnya.
Damar meminta pemeriksaan kesehatan bagi ASN di lingkungan Pemkot Magelang dilakukan secara rutin. Dia juga meminta hasil pemeriksaan tersebut dilaporkan untuk mengetahui kondisi kesehatan aparatur secara menyeluruh. "Karena ini masuk dalam indikator penilaian kesiapan dalam sebuah pelayanan publik," bebernya. (aya/pra)
Editor : Heru Pratomo