Efek TikTok dan Instagram pada Perubahan Tren Kuliner Anak Muda

Frencia Keliat • Dipublikasikan Jumat, 2 Oktober 2026 | 11:51 WIB
Makanan Viral Jadi Incaran Gen Z, Bukan Cuma Enak tapi Harus Instagramable. Makanan kekinian di kalangan Gen Z dan kerap tampil dalam konten kuliner di media sosial.

Sumber foto: https://share.google/JyVpDRN68CiKtUsBD
Makanan Viral Jadi Incaran Gen Z, Bukan Cuma Enak tapi Harus Instagramable. Makanan kekinian di kalangan Gen Z dan kerap tampil dalam konten kuliner di media sosial. Sumber foto: https://share.google/JyVpDRN68CiKtUsBD 

YOGYAKARTA – Bagi sebagian anak muda, mencari makanan kini bukan sekadar soal rasa dan harga. Tampilan makanan yang menarik, konsep unik, hingga seberapa cocok hidangan tersebut untuk dibagikan di media sosial ikut menjadi pertimbangan. 

Fenomena ini membuat makanan viral semakin mudah menarik perhatian Generasi Z.

TikTok dan Instagram menjadi salah satu tempat Gen Z menemukan rekomendasi kuliner. Video singkat tentang makanan, ulasan kreator, hingga foto hidangan yang menarik dapat membuat sebuah menu dikenal lebih luas dalam waktu singkat. Penelitian yang diterbitkan pada 2026 juga menunjukkan bahwa tren makanan viral di TikTok dan Instagram berkaitan dengan cara Gen Z membangun pengalaman konsumsi dan menampilkan identitas di ruang digital.

Makanan yang memiliki tampilan unik cenderung lebih mudah menjadi bahan konten. Warna yang menarik, bentuk tidak biasa, tekstur saat dipotong, atau cara penyajian yang berbeda dapat memberikan pengalaman visual sebelum makanan tersebut dicicipi.

Sejumlah tren kuliner 2026 menunjukkan perubahan tersebut. Matcha, mentai, mi pedas, makanan Korea, hingga berbagai kreasi dessert menjadi contoh makanan yang banyak mendapat perhatian. 

Tidak sedikit makanan tersebut kemudian dikembangkan dalam berbagai bentuk agar lebih menarik secara visual dan mudah dibagikan di media sosial.

Fenomena makanan viral juga membuat pengalaman makan semakin berkaitan dengan aktivitas membuat konten. Bagi sebagian Gen Z, mengabadikan makanan sebelum disantap menjadi bagian dari pengalaman menikmati kuliner. 

Foto atau video tersebut kemudian dibagikan melalui Instagram Story, Reels, TikTok, maupun platform lainnya.

Namun, popularitas sebuah makanan di media sosial tidak selalu berarti makanan tersebut akan bertahan lama. Tren kuliner dapat berubah dengan cepat mengikuti konten yang sedang ramai diperbincangkan. 

Makanan yang sebelumnya memenuhi linimasa dapat tergantikan oleh menu baru dalam waktu relatif singkat.

Di sisi lain, media sosial juga membuka peluang bagi makanan lokal untuk dikenal lebih luas. Data yang dirangkum detikFood pada awal 2026 menunjukkan masakan Indonesia masuk dalam 10 besar masakan yang populer di media sosial secara global. Kuliner seperti nasi goreng, rendang, soto, dan gudeg turut memiliki daya tarik visual ketika dikemas dalam konten digital.

Meski begitu, tren makanan juga perlu diimbangi dengan perhatian terhadap kandungan gizi. Kementerian Kesehatan pada Juli 2026 mengajak generasi muda memanfaatkan pangan lokal sekaligus membangun pola makan sehat. Kemenkes juga mencatat masih tingginya konsumsi makanan dan minuman manis di Indonesia.

Pada akhirnya, bagi Gen Z, makanan viral bukan hanya tentang apa yang terasa enak di lidah. Ada unsur visual, pengalaman, tren, dan cerita yang membuat sebuah makanan menarik untuk dicoba. Di era media sosial, satu hidangan bahkan bisa menjadi bahan obrolan dan konten sebelum benar-benar sampai ke meja makan. (Frencia Keliat)

Editor : Iwa Ikhwanudin
Sumber : Berbagai Sumber
Kuliner Gen Z Tren Makanan 2026 instagramable makanan viral kuliner lokal