Kota  Jogja Waspadai Penularan Influenza Tipe A, Sekolah Diimbau Terapkan Lima Langkah Pencegahan

Iwan Nurwanto • Dipublikasikan Jumat, 25 September 2026 | 21:12 WIB
Ilustrasi influenza A(H3N2) subclade K.
Ilustrasi influenza A(H3N2) subclade K.

JOGJA - Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) Kota Jogja mulai mewaspadai penularan virus Influenza tipe A di lingkungan sekolah. Satuan pendidikan diimbau untuk melakukan lima langkah pencegahan.

Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Disdikpora Kota Jogja Agus Trimadi mengatakan, pencegahan Influenza tipe A perlu dilakukan meski belum ada lonjakan kasus. Sebab potensi penyakit tersebut cukup menjadi ancaman di tengah kondisi musim kemarau seperti sekarang.

Agus mengaku, pihaknya sampai saat ini belum menerima laporan peningkatan kasus secara signifikan pada satuan pendidikan. Baik itu SD maupun SMP. Namun pihaknya tetap berkoordinasi dengan Dinas Kesehatan (Dinkes) dan puskesmas untuk mengantisipasi potensi lonjakan kasus. 

Baca Juga: Tak Ingin Talenta Muda Terputus, PSIM Jogja Perkuat Penghubung Akademi dan Skuad Senior

Ia menegaskan, dalam menyikapi kondisi kesehatan siswa, prinsip utama yang diusung Disdikpora adalah menjaga keberlangsungan pembelajaran tatap muka tanpa mengabaikan prioritas kesehatan peserta didik.  Sehingga jika ada siswa yang mengalami gejala sakit, sekolah diminta tidak memaksakan siswa tersebut untuk hadir di kelas.

“Kesehatan anak tetap menjadi prioritas kami. Anak yang sakit jangan dipaksa masuk sekolah, silahkan beristirahat. Sekolah juga wajib menyediakan mekanisme pembelajaran agar anak tidak tertinggal materi pelajaran,” ujar Agus saat dikonfirmasi, Jumat (25/9/2026).

Sebagai langkah antisipasi dan panduan bagi satuan pendidikan, Sekretaris Disdikpora Kota Jogja itu juga telah mengeluarkan lima langkah pencegahan. Pertama dengan meminta sekolah rutin mengecek dan mendata angka ketidakhadiran siswa karena sakit setiap hari.

Baca Juga: Dapat Ultimatum dari Suporter, Huistra: Bukan Mereka yang Menentukan, tapi Manajemen

Kedua dengan pencegahan lewat penerapan perilaku bersih dan sehat serta memastikan sirkulasi udara dan ventilasi kelas terbuka dengan baik. Lalu melindungi atau dengan memberi kesempatan istirahat bagi siswa yang sakit sekaligus memastikan hak belajarnya tetap terpenuhi.

Ia juga meminta agar sekolah segera melaporkan dinas apabila terjadi kenaikan atau lonjakan ketidakhadiran siswa yang signifikan. Serta terakhir dengan respon atau mengambil tindakan cepat dan langkah-langkah strategis pengamanan bersama instansi terkait jika ditemukan potensi penularan.

“Kami mengimbau para orang tua dan pihak sekolah untuk tetap tenang dan bersama-sama menjaga protokol kesehatan serta kebersihan di lingkungan sekolah,” pesan Agus.

Baca Juga: Social Movement Institute Kenalkan Perjuangan Munir ke Generasi Muda lewat Pameran di Malioboro  

Dikonfirmasi terpisah, Kepala Seksi Pencegahan Pengendalian Penyakit Menular dan Imunisasi Dinkes Kota Jogja Endang Sri Rahayu menyatakan pihaknya sudah menemukan delapan kasus diduga Influenza A. Berdasarkan pengalaman penanganan penyakit tersebut penderitanya bisa disembuhkan.

Endang menyebut, Influenza tipe A biasanya memiliki gejala berupa demam tinggi mendadak, disertai menggigil, nyeri otot, nyeri sendi dan seluruh tubuh, sakit tenggorokan, serta sakit kepala.

Kemudian penderitanya juga akan mengalami kelelahan, pilek dan  hidung tersumbat.  Gejala Influenza tipe A cenderung lebih lama dibandingkan flu biasa. Dapat berlangsung tiga sampai empat hari. 

“Apabila mengalami gejala-gejala ini segera ke fasilitas kesehatan seperti puskesmas,” imbau Endang. (inu)

Editor : Heru Pratomo
Kota Jogja dinkes influenza a agus Disdikpora