RADAR JOGJA – Batuk, pilek, demam, dan badan terasa lemas sering dianggap sebagai keluhan biasa. Apalagi saat aktivitas sedang padat, gejala seperti itu kerap membuat orang memilih beristirahat di rumah tanpa terlalu memikirkannya.
Namun, masyarakat tetap perlu memperhatikan perkembangan gejala. Influenza tipe A belakangan menjadi perhatian setelah adanya peningkatan temuan influenza di Indonesia.
Di Kota Yogyakarta, hingga saat ini belum ada kasus influenza A yang terkonfirmasi. Meski begitu, Pemerintah Kota Yogyakarta meminta deteksi dini tetap diperkuat. Dinas Kesehatan Kota Yogyakarta juga melakukan pemantauan melalui puskesmas. Terdapat sekitar delapan sampel yang masih dalam dugaan influenza A.
Kondisi tersebut bukan berarti setiap orang yang mengalami demam atau pilek terkena influenza A. Sebab, sejumlah penyakit saluran pernapasan memiliki gejala yang hampir serupa.
Baca Juga: Influenza A Meningkat di Indonesia, Kenali Gejala dan Risiko Komplikasinya
Influenza merupakan penyakit pernapasan yang disebabkan oleh virus influenza. Menurut World Health Organization (WHO), influenza musiman umumnya disebabkan virus influenza tipe A dan B. Keluhannya dapat berupa demam yang muncul mendadak, batuk, sakit kepala, nyeri otot atau sendi, sakit tenggorokan, pilek, serta rasa lelah.
Sementara itu, flu biasa dapat disebabkan oleh berbagai jenis virus. Gejalanya umumnya lebih ringan, seperti hidung berair atau tersumbat, bersin, batuk, dan sakit tenggorokan. Demam juga dapat muncul, tetapi pada orang dewasa biasanya tidak menjadi gejala utama.
Salah satu hal yang perlu diperhatikan adalah bagaimana gejala tersebut muncul. Influenza cenderung membuat tubuh terasa tidak enak secara lebih tiba-tiba. Demam, menggigil, nyeri tubuh, sakit kepala, dan kelelahan juga dapat terasa lebih kuat dibandingkan keluhan flu biasa.
Meski demikian, gejala saja tidak dapat memastikan seseorang terinfeksi influenza A. Pemeriksaan medis dan tes tertentu tetap diperlukan untuk mengetahui penyebab penyakit secara lebih pasti.
Karena itu, ketika mulai mengalami gejala seperti demam, batuk, pilek atau badan terasa lemas, masyarakat tidak perlu langsung panik. Yang penting adalah memperhatikan kondisi tubuh dan melihat apakah keluhan membaik atau justru semakin berat.
Baca Juga: Influenza Mulai Naik di Indonesia, Positivity Rate 46 Persen, Covid-19 Masih Rendah
Kebiasaan sehari-hari juga dapat dilakukan untuk membantu mengurangi risiko penularan. Mencuci tangan dengan sabun, menutup mulut dan hidung ketika batuk atau bersin, serta menghindari kontak terlalu dekat dengan orang yang sedang sakit merupakan beberapa langkah yang dapat diterapkan.
Orang yang sedang tidak enak badan juga sebaiknya memberikan waktu bagi tubuh untuk beristirahat dan mencukupi kebutuhan cairan. Jika kondisi semakin berat, gejala tidak kunjung membaik, atau muncul keluhan yang mengkhawatirkan, pemeriksaan ke fasilitas kesehatan dapat menjadi langkah yang tepat.
Bagi mahasiswa maupun pekerja yang memiliki aktivitas padat, menjaga kondisi tubuh menjadi hal yang tidak kalah penting. Jangan sampai kesibukan membuat gejala penyakit diabaikan begitu saja.
Influenza memang bukan alasan untuk membuat masyarakat cemas berlebihan. Namun, mengenali gejala dan menjaga kebersihan tetap penting dilakukan. Dengan begitu, kewaspadaan bisa meningkat tanpa harus menimbulkan kepanikan di tengah masyarakat.
(Maria Margaretha Nirong Gedo)
Sumber: Pemerintah Kota Yogyakarta, World Health Organization (WHO), dan Centers for Disease Control and Prevention (CDC).
Sumber : Berbagai Sumber