JOGJA - SDN Timuran dan SDN Keputran 1 di Kota Jogja dipilih menjadi sampel pelaksanaan screening (skrining) penyakit kusta di Kota Yogyakarta pada Rabu (23/9/2026).
Pemeriksaan kesehatan ini menyasar para siswa kelas 1 hingga kelas 3 sekolah dasar.
Perwakilan tim peneliti dari Universitas Leiden, Belanda, Hanna Krismawati, menjelaskan bahwa kegiatan ini bertujuan untuk mengantisipasi potensi penyebaran penyakit kusta yang teridentifikasi mulai muncul di luar Pulau Jawa.
"Screening ini ditujukan untuk antisipasi penyebaran penyakit yang diindentifikasi mulai ada di luar Pulau Jawa" jelas Hanna Krismawati.
Dalam pelaksanaannya, tim peneliti bekerja sama dengan Kementerian Kesehatan Republik Indonesia (Kemenkes RI) untuk memberikan sosialisasi kepada sekitar 180 pasang siswa dan orang tua murid di SDN Timuran.
Baca Juga: Pamsimas di Kulon Progo Bakal Dikenai Pajak Air Tanah, DPRD Kulon Progo Minta Tak Asal Pungut
Rangkaian kegiatan pemeriksaan dibagi menjadi tiga sesi mulai pukul 09.00 WIB.
Para wali murid menyambut positif kegiatan tersebut dengan mengisi formulir lembar persetujuan (informed consent) sebelum skrining dimulai.
"Diikuti aja. Demi kembaikan kesehatan anak. Kami mengisi lembar persetujuan sebelum screening dilakukan," kata Yuli Anggorowati salah satu wali murid.
Prosedur pemeriksaan mencakup evaluasi kesehatan secara menyeluruh serta pengambilan sampel darah melalui ujung jari (prick test).
Suasana haru dan tangis dari para siswa sempat mewarnai proses pengambilan darah, sebelum akhirnya ditenangkan oleh para orang tua dan guru.
Baca Juga: Viral di Taiwan, Terapi Pijat Pakai Pisau Bikin Warganet Penasaran
Wali Kelas 2B SDN Timuran, Dwi Tuntari, menyambut baik langkah antisipatif ini. Menurutnya, deteksi dini sangat penting mengingat munculnya berbagai ancaman penyakit saat ini.
Sementara itu, tim kesehatan lainnya, Wahyu Agustuan, memaparkan bahwa kusta disebabkan oleh infeksi bakteri Mycobacterium leprae.
Ia memastikan sampel darah yang diambil dari para siswa akan diteliti lebih lanjut di laboratorium dan seluruh data peserta dijamin kerahasiaannya.
"Setetes darah yang kami ambil dari ujung jari akan dilanjutkan ke penelitian di laboratium. Semua data bersifat rahasia," jelasnya. (hep)
--
SDN Timuran dan SDN Keputran 1 jogja dipilih untuk menjadi sampling screening penyakit kusta di Kota Jogja, Rabu (23/9/2026). Sasarannya adalah anak kelas 1 sampai kelas 3.
yang sedang studi kedokteran di Leiden, Belanda. Ia bersama timnya bekerja sama dengan Kemenkes RI memberikan sosialisasi ke sekitar 180-an pasang anak dan orangtua wali SDN Timuran, Jogja siang itu.
Sesi screening dibagi menjadi 3 sesi. Dimulai dari jam 09.00 pagi hingga selesai. "Diikuti aja. Demi kembaikan kesehatan anak. Kami mengisi lembar persetujuan sebelum screening dilakukan," kata Yuli Anggorowati salah satu wali murid.
Setelah sosialisasi dan mengisi kusioner para siswa dan siswi dicek kesehatannya secara global. Tangis histeris mewarnai proses pengambilan sample darah anak. Para orangtua tampak memeluk putra putrinya untuk menenangkan.
"Zaman sekarang penyakit macem-macem. Lebih baik antisipasi dari awal," kata Dwi Tuntari wali kelas 2B sekolah dasar yang berada di bilangan kampung turis Prawirotaman, Jogja ini.
Sementara itu salah satu tim kesehatan bernama Wahyu Agustuan menjelaskan penyebab penularan penyakit kusta lewat bakteri bernama Mycobacterium lepre.
Editor : Meitika Candra Lantiva