RADAR JOGJA- Pernah merasa baik-baik saja, lalu beberapa detik kemudian tiba-tiba kesal? Bisa jadi karena membaca satu pesan, mendengar ucapan seseorang, melihat sesuatu di media sosial, atau bahkan teringat kejadian yang sebenarnya sudah lama berlalu. Perubahan suasana hati seperti ini cukup sering terjadi dalam kehidupan sehari-hari.
Mood memang bisa berubah dengan cepat. Seseorang yang awalnya terlihat ceria bisa mendadak diam setelah mendapat kabar tertentu. Begitu juga sebaliknya, suasana hati yang sedang buruk bisa langsung membaik hanya karena mendapat pesan menyenangkan atau bertemu dengan orang yang disukai.
Lantas, apa yang sebenarnya terjadi?
Salah satu penyebabnya adalah otak terus menerima dan memproses berbagai informasi dari lingkungan sekitar. Ketika mendapatkan sesuatu yang dianggap menyenangkan, mengejutkan, mengancam, atau membuat tidak nyaman, otak akan memberikan respons. Respons tersebut kemudian bisa memengaruhi perasaan dan perilaku seseorang.
Misalnya, saat sedang santai membuka media sosial, tiba-tiba muncul unggahan yang mengingatkan pada pengalaman kurang menyenangkan. Tanpa disadari, pikiran bisa langsung tertuju pada kejadian tersebut. Perasaan yang sebelumnya biasa saja pun dapat berubah menjadi sedih atau kesal.
Baca Juga: Chicago Fire 1-1 Inter Miami, Ketika Gol Lewandowski Dibalas Assist Messi untuk Casemiro
Hal yang sama juga bisa terjadi ketika seseorang menerima pesan singkat dengan nada yang dianggap berbeda dari biasanya. Meskipun pesan tersebut sebenarnya belum tentu bermaksud buruk, pikiran kita bisa langsung membuat berbagai dugaan. Dari sinilah suasana hati dapat berubah hanya dalam waktu singkat.
Selain situasi dari luar, kondisi tubuh juga ikut berpengaruh. Kurang tidur, lapar, kelelahan, atau terlalu banyak aktivitas dapat membuat seseorang lebih sulit mengendalikan respons emosional. Dalam kondisi seperti itu, masalah kecil yang biasanya dianggap biasa saja bisa terasa lebih mengganggu.
Pengalaman pribadi juga memiliki peran. Setiap orang mempunyai hal-hal tertentu yang lebih sensitif bagi dirinya. Sebuah perkataan yang dianggap biasa oleh orang lain mungkin justru memiliki arti berbeda bagi seseorang karena berkaitan dengan pengalaman yang pernah dialaminya.
Meski mood dapat berubah dengan cepat, bukan berarti setiap perubahan perasaan harus langsung dianggap sebagai sesuatu yang buruk. Perasaan manusia memang tidak selalu berada dalam kondisi yang sama sepanjang hari. Senang, sedih, kesal, kecewa, atau tenang bisa datang silih berganti.
Baca Juga: Mau Jalan-Jalan Naik Kereta? Ada Promo Tiket dalam Rangka HUT Kota Jogja
Yang penting adalah bagaimana seseorang merespons perubahan tersebut. Ketika tiba-tiba merasa kesal, misalnya, tidak ada salahnya mengambil jeda sebelum membalas pesan atau mengambil keputusan. Bisa dengan menarik napas, minum air, berjalan sebentar, atau melakukan aktivitas yang membuat pikiran lebih tenang.
Mengenali pemicu perubahan mood juga dapat membantu seseorang memahami dirinya sendiri. Dengan mengetahui apa yang biasanya membuat suasana hati berubah, seseorang bisa lebih berhati-hati dalam merespons situasi.
Jadi, kalau mood tiba-tiba berubah dalam hitungan detik, hal itu tidak selalu berarti seseorang sedang berlebihan. Ada banyak faktor yang dapat memengaruhinya, mulai dari informasi yang diterima, pikiran dan pengalaman pribadi, hingga kondisi tubuh.
Pada akhirnya, suasana hati memang bisa berubah kapan saja. Yang perlu diperhatikan bukan hanya seberapa cepat mood berubah, tetapi bagaimana kita memahami dan mengelolanya agar tidak ikut mengganggu aktivitas maupun hubungan dengan orang lain.
(Maria Margaretha Nirong Gedo)
Sumber : Berbagai Sumber