RADAR JOGJA - Pernah merasakan sensansi terbakar pada perut setelah makan sambal atau mengigit cabai mentah?
Begitu cabai disantap mulut terasa menyengat, tubuh bisa berkeringat, lalu beberapa waktu kemudian muncul rasa hangat hingga seperti terbakar dari bagian dalam perut.
Mengapa hal itu bisa terjadi? yuk simak alasannya dari sisi medis.
Mengutip dari laman Puskesmaskalitanjung.cirebonkota.go.id, cabai tidak membuat suhu lambung tiba-tiba melonjak.
Rasa panas itu berkaitan dengan cara tubuh membaca senyawa bernama capsaicin, zat yang membuat cabai terasa pedas.
Baca Juga: PSSI Argentina Akan Hentikan Semua Pertandingan pada Menit Ke-10 untuk Hormati Lionel Messi
Capsaicin bekerja dengan "mengakali" sistem pendeteksi tubuh.
Senyawa tersebut berinteraksi dengan reseptor TRPV1, yang salah satu tugasnya mengenali rangsangan panas dan nyeri.
Ketika reseptor ini aktif, otak menerima pesan seolah-olah tubuh sedang berhadapan dengan sesuatu yang bersuhu tinggi.
Itulah sebabnya sensasi pedas dapat terasa seperti panas, meskipun temperatur makanan yang disantap sebenarnya tidak tinggi.
Baca Juga: Manchester United Pinjamkan Chido Obi ke Klub Nathan Tjoe-A-On, Willem II
Perjalanan capsaicin juga tidak selesai ketika makanan melewati mulut.
Senyawa tersebut ikut masuk ke saluran pencernaan dan dapat menimbulkan sensasi tidak nyaman ketika mencapai lambung maupun usus. Reaksinya berbeda-beda pada setiap orang.
Bagi sebagian orang, beberapa suap makanan pedas mungkin tidak menimbulkan masalah.
Namun, ketika porsinya bertambah atau tingkat kepedasannya terlalu tinggi, perut bisa mulai terasa mulas, panas, kram, bahkan diikuti keinginan untuk buang air besar.
Baca Juga: Dani Olmo Pertanyakan Sikap Atletico Madrid untuk Julian Alvarez
Kondisi tersebut dapat terasa lebih mengganggu pada orang yang memang memiliki saluran pencernaan sensitif.
Makanan pedas juga dapat menjadi pemicu munculnya keluhan pada orang yang mengalami refluks asam lambung.
Ada pula alasan mengapa minum air putih belum tentu langsung menghilangkan sensasi pedas.
Capsaicin memiliki sifat yang tidak mudah bercampur dengan air.
Karena itu, rasa pedas yang menempel di mulut atau saluran pencernaan tidak serta-merta hilang hanya dengan meneguk air.
Baca Juga: Vincent Kompany Tidak Ingin Terburu-buru dan Menekan Jamal Musiala
Dengan kata lain, perut yang terasa panas seusai makan cabai bukan berarti organ tersebut sedang "terbakar".
Tubuh sedang memberikan respons terhadap rangsangan yang ditimbulkan capsaicin.
Meski begitu, bukan berarti makanan pedas harus selalu dihindari.
Yang perlu diperhatikan adalah respons tubuh dan jumlah yang dikonsumsi.
Jika rasa panas atau nyeri muncul berkali-kali, bertahan cukup lama, atau disertai gejala seperti muntah dan buang air besar berdarah, keluhan tersebut sebaiknya tidak langsung dianggap sebagai efek cabai dan perlu diperiksakan.
Editor : Meitika Candra Lantiva