RADAR JOGJA - Pernah masuk toko hanya untuk melihat-lihat, tetapi akhirnya pulang membawa barang yang sebenarnya tidak ada dalam daftar belanja? Salah satu penyebabnya bisa jadi karena melihat tulisan “DISKON”yang terpampang besar di depan mata.
Tulisan diskon sering membuat sebuah barang terasa lebih menarik. Ketika melihat harga yang awalnya Rp100 ribu menjadi Rp70 ribu, kita cenderung merasa sedang mendapatkan keuntungan. Padahal, bisa saja sejak awal kita memang tidak membutuhkan barang tersebut.
Hal ini berkaitan dengan cara otak merespons kesempatan mendapatkan sesuatu dengan harga lebih rendah. Kata “diskon” menciptakan kesan bahwa kesempatan tersebut terbatas dan sayang jika dilewatkan. Apalagi jika ditambah tulisan seperti “promo terbatas”, “tinggal hari ini”, atau “stok terakhir”.
Media sosial juga membuat kebiasaan ini semakin kuat. Saat melihat orang lain membagikan rekomendasi barang murah atau menemukan promo menarik, muncul keinginan untuk ikut membeli.
Masalahnya, harga murah tidak selalu berarti hemat. Jika membeli barang yang sebenarnya tidak dibutuhkan, uang tetap keluar meskipun harganya sedang turun.
Editor : Iwa IkhwanudinSumber : Berbagai Sumber