MAGELANG - Pemkot Magelang mulai menggeser orientasi pembangunan kesehatannya. Dari sekadar menyediakan fasilitas dan mengobati penyakit, menjadi membangun ekosistem kesehatan yang lebih dekat dengan kehidupan warga.
Layanan primer, rumah sakit, homecare, layanan kegawatdaruratan, perlindungan kesehatan hingga teknologi digital diarahkan agar saling terhubung.
Perubahan pendekatan tersebut menjadi bagian dari arah pembangunan kesehatan Kota Magelang dalam RPJMD 2025-2029. Pemkot tidak hanya mengejar peningkatan kapasitas layanan medis, tetapi juga memperkuat pencegahan penyakit, deteksi dini, akses pelayanan, dan perlindungan bagi kelompok warga yang memiliki keterbatasan akses.
Baca Juga: Budaya Belajar Tak Cukup Dibangun Menjelang Ujian, Muhammadiyah Dorong Pembelajaran Mendalam
Wali Kota Magelang Damar Prasetyono menuturkan, pelayanan kesehatan harus mengikuti kebutuhan warga. Menurutnya, keberadaan fasilitas kesehatan tidak otomatis membuat pelayanan mudah dijangkau apabila sistemnya masih mengharuskan warga menyesuaikan diri dengan pola pelayanan yang tersedia.
"Pemerintah harus hadir mengikuti kebutuhan warga, bukan sebaliknya warga yang harus menyesuaikan diri dengan sistem pelayanan," ujar Damar, Senin (24/8).
Karena itu, penguatan layanan kesehatan diarahkan sejak tingkat paling dekat dengan warga. Persoalan seperti stunting, penyakit tidak menular, kesehatan jiwa, sanitasi, hingga perilaku hidup sehat tidak lagi dipandang semata sebagai urusan fasilitas kesehatan, melainkan membutuhkan keterlibatan berbagai sektor.
Baca Juga: Misi Manajemen PSIM Mulai Intensifkan Dialog dengan Suporter, Iksan: Kita Jemput Bola
Satu bentuk penyesuaian layanan ialah Puskesmas Pagi-Sore. Skema ini memberikan alternatif waktu pelayanan bagi warga yang kesulitan mengakses puskesmas pada jam kerja reguler, terutama mereka yang memiliki aktivitas pekerjaan pada siang hari.
Pemkot juga mengembangkan Homecare Pusling untuk mendekatkan pelayanan kepada warga yang tidak mudah datang ke fasilitas kesehatan. Lansia, penyandang disabilitas, maupun pasien dengan keterbatasan mobilitas menjadi kelompok yang mendapat perhatian dalam pola pelayanan tersebut.
Baca Juga: Tak Butuh Waktu Lama untuk Adaptasi, Adrian Dalmau Sebut Gaya Main Van Gastel Cocok Dengannya
Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Magelang Istikomah mengatakan, perubahan pola pelayanan tersebut merupakan bagian dari upaya membuat sistem kesehatan lebih responsif. Pemkot ingin pelayanan kesehatan hadir sedekat mungkin dengan kehidupan warga.
"Karena itu, penguatan layanan primer, pelayanan di luar jam reguler, homecare, deteksi dini, dan upaya promotif-preventif menjadi bagian penting dari transformasi pelayanan kesehatan di Kota Magelang," katanya. (aya/pra)
Editor : Heru Pratomo