Capaian KB Tembus 77,71 Persen, Pemkab Magelang Luncurkan Program Kelas SAHABAT

Naila Nihayah • Dipublikasikan Sabtu, 22 Agustus 2026 | 07:09 WIB
Para ibu dan bapak saat mengikuti peluncuran Kelas SAHABAT, Kamis (20/8).
Para ibu dan bapak saat mengikuti peluncuran Kelas SAHABAT, Kamis (20/8).

 

MUNGKID - Capaian program Keluarga Berencana (KB) di Kabupaten Magelang hingga pertengahan 2026 mencapai 77,71 persen. Capaian itu melampaui target yang ditetapkan sebesar 72,14 persen. Capaian serupa juga terlihat pada program KB pascapersalinan yang telah mencapai 89,8 persen, lebih tinggi dari target 87,19 persen.

Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Setda Kabupaten Magelang Bella Pinarsi mengatakan, program KB menjadi bagian dari upaya mewujudkan Sapta Cipta ke-2, yakni Sehat Wargane.

 Menurutnya, keberhasilan program KB tidak hanya diukur dari jumlah peserta, tetapi juga dari semakin banyaknya keluarga yang merencanakan kehamilan dan kelahiran secara matang.

Baca Juga: Ada The Rain dan Jikustik, Suadesa Festival 2026 Meriahkan Tiyasan Sleman

"Harapannya setiap kehamilan adalah kehamilan yang direncanakan dan tentunya setiap kelahiran adalah kelahiran anak yang berkualitas," kata Bella di Balai Desa Kerincing, Secang, Kamis (20/8).

Selain capaian peserta KB, kondisi demografi Kabupaten Magelang juga menunjukkan angka Total Fertility Rate (TFR) sebesar 2,12 pada 2025. Angka tersebut, kata Bella, telah sesuai dengan target nasional.

Bella melanjutkan, pemkab kini tidak hanya mengejar peningkatan kepesertaan KB. Tetapi juga mendorong keterlibatan pasangan secara lebih aktif dalam menentukan pilihan kontrasepsi, terutama setelah kelahiran.

Baca Juga: Sesuai Kalender Jawa, Hadeging ke-221 Kadipaten Pakualaman Digelar Dua Kali Tahun Ini: Ini Acaranya!

Upaya memperkuat peran laki-laki tersebut diwujudkan melalui Kelas SAHABAT atau Sinergi Ayah dan Ibu untuk Anak Tumbuh Hebat. Program ini menggabungkan edukasi bagi ayah dan ibu, mulai dari masa kehamilan hingga periode pascapersalinan.

Kepala Dinas Sosial, PPKB, PPPA Kabupaten Magelang M Taufik mengatakan, Kelas SAHABAT merupakan pengembangan dari Kelas Ayah Idaman dan Kelas Ibu Hamil. Program tersebut diarahkan untuk memperbaiki komunikasi pasangan dalam mengambil keputusan mengenai KB pascapersalinan.

"Desa dan kader mendampingi ibu nifas hingga 42 hari, sedangkan fasilitas kesehatan diminta memberikan edukasi kepada ibu hamil dan suami sejak awal kehamilan serta memastikan pelayanan KB pascapersalinan," ujarnya.

Baca Juga: Forum IHKS 2026 Bahas Pemanfaatan AI dalam Tindakan Bedah; Robotik Bantu Operasi Lebih Presisi

 

Taufik menilai, keterlibatan ayah juga berkaitan dengan keberlanjutan pengasuhan setelah persalinan. Dengan pemahaman yang sama antara suami dan istri, keputusan mengenai jumlah anak, jarak kelahiran, hingga penggunaan kontrasepsi diharapkan tidak menjadi persoalan yang hanya dibicarakan oleh ibu. (aya/pra)

Editor : Heru Pratomo
capaian KB Sapta cipta Pemkab Magelang sahabat Secang