Yayasan Bijana Paksi Sitengsu Luncurkan Aplikasi SIMETRIS, Cegah Keracunan MBG

Rizky Wahyu Arya Hutama • Dipublikasikan Jumat, 7 Agustus 2026 | 15:52 WIB
Ilustrasi siswa SD keracunan MBG
Ilustrasi siswa SD keracunan MBG

 

JOGJA – Maraknya kasus dugaan keracunan pada program Makan Bergizi Gratis (MBG) di berbagai daerah mendorong lahirnya solusi digital.

Menjawab tantangan tersebut, Yayasan Bijana Paksi Sitengsu meluncurkan Sistem Manajemen Rantai Pasok Terintegrasi (SIMETRIS) untuk memperketat pengawasan dapur MBG secara real-time dari hulu ke hilir.

Aplikasi SIMETRIS dirancang khusus untuk memantau seluruh proses operasional.

Pemantauan dimulai dari pelacakan rantai pasok bahan baku dari petani lokal, proses pengolahan di dapur, hingga tahap distribusi makanan ke para siswa.

Pelaksana Harian Yayasan Bijana Paksi Sitengsu, Kartika Megawardhani, menegaskan bahwa pembenahan tata kelola dapur merupakan kunci utama agar insiden keracunan tidak terulang.

Baca Juga: Ratusan Bikers Komunitas Vario Ramaikan Vario Evo 160 Night Ride Session di Yogyakarta

Menurutnya, sanksi administratif semata tidak akan menyelesaikan akar masalah jika pengawasan di tingkat operasional tidak diperbaiki secara mendasar.

"Aplikasi SIMETRIS mengedepankan transparansi sekaligus meminimalisasi risiko keracunan makanan. Kami siap bersinergi dengan Badan Gizi Nasional (BGN) maupun pengelola dapur MBG di Jogja yang ingin menerapkannya," ujar Kartika, Jumat (7/8/2026).

Kartika menambahkan, pengembangan aplikasi ini didasari semangat gotong royong dan tanggung jawab sosial.

Selain menjaga mutu pangan anak sekolah, sistem ini mengintegrasikan rantai pasok dengan petani lokal dan pelaku UMKM tanpa membebani biaya operasional pengelola di lapangan.

"Tujuannya agar program MBG ke depan semakin sempurna, sehingga manfaatnya benar-benar dirasakan oleh masyarakat, kelompok sasaran, petani, hingga pelaku UMKM," tambahnya.

Baca Juga: Sosok Ragil Muhammad Badai: Pemilik RMB Apparel di Tengah Kontroversi Slogan PSIM Jogja

Sementara itu, IT Development SIMETRIS, Fajar Saptono, menjelaskan bahwa aplikasi ini memastikan transparansi mutlak.

Melalui sistem pencatatan digital, pengelola dapat melacak asal-usul bahan baku, memantau alur distribusi, serta memastikan keamanan hidangan sebelum disajikan.

Hal ini efektif menekan potensi kelalaian dan mencegah penggunaan bahan pangan yang tidak layak.

Tak hanya itu, SIMETRIS juga dilengkapi fitur pemantau tumbuh kembang anak serta sistem pelacakan (tracking) stunting yang terintegrasi.

Fitur ini memungkinkan pengelola dan tenaga pendamping memantau perkembangan antropometri siswa penerima manfaat seperti berat dan tinggi badan secara berkala.

Baca Juga: 49 Sekolah di Kulon Progo Terima Bantuan Revitalisasi Sekolah Senilai Rp 17,9 Miliar dari APBN

"Dengan fitur tracking stunting yang terhubung ke pencatatan harian dapur MBG, efektivitas intervensi gizi dapat dievaluasi secara real-time. Langkah ini memastikan setiap porsi makanan tepat sasaran dan berdampak nyata pada percepatan penurunan angka stunting," jelas Fajar.

Seluruh alur kerja dicatat menggunakan perangkat digital seperti tablet, pemindai kode batang (barcode scanner), hingga aplikasi ponsel kurir.

Melalui Command Center SIMETRIS, pengelola dapat memantau status pengiriman, persiapan menu, kecukupan gizi, hingga menerima peringatan otomatis jika terjadi keterlambatan atau kendala operasional.

"Inovasi ini memudahkan yayasan pengelola, baik yang membawahi satu maupun banyak dapur, untuk mengontrol operasional secara transparan, efektif, dan akurat," pungkas Fajar.

Editor : Meitika Candra Lantiva
aplikasi simetris yayasan pengelola keracunan mbg Mbg Yayasan Bijana Paksi Sitengsu