JOGJA - Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Jogja mewaspadai penyebab human papillomavirus (HPV) penyebab kanker. Sebagai upaya pencegahan, imunisasi kini tidak hanya fokus pada perempuan. Namun juga akan disasarkan pada anak laki-laki.
Kepala Seksi Pencegahan Pengendalian Penyakit Menular dan Imunisasi Dinkes Kota Jogja Endang Sri Rahayu mengatakan, telah menyiapkan 3.146 dosis imunisasi untuk anak laki-laki dan perempuan. Kegiatan imunisasi dijadwalkan Agustus bertepatan dengan Bulan Imunisasi Anak Sekolah (BIAS).
“Laki-laki dapat bertindak sebagai carrier yang menularkan virus HPV kepada perempuan,” ujar Endang di Balai Kota, Kamis (30/7/2026).
Baca Juga: Pemkot Jogja Larang Penggunaan Properti Plang Replika Jalan Malioboro untuk Foto Baju Adat
Endang menjelaskan, penambahan sasaran terhadap anak laki-laki berdasar pada ancaman kanker yang bisa menyerang semua jenis kelamin. Menurutnya, infeksi HPV tidak hanya menyebabkan kanker serviks bagi perempuan.
Namun juga bisa menimbulkan kanker anus, penis, hingga orofaring pada laki-laki. Infeksi HPV menular lewat kontak kulit langsung atau hubungan seksual dengan penderita.
Melalui upaya imunisasi, ia berharap bisa menjadi langkah pencegahan anak dari penularan virus tersebut. Dinkes akan menyasar anak laki-laki dengan usia 11 tahun.
Baca Juga: Kementan Genjot Indeks Pertanaman Melalui Gerakan Tanam Serempak Oplah dan CSR
Sementara anak perempuan sasarannya meliputi usia 11 tahun, 12 tahun, dan 15 tahun. Pelaksanaan imunisasi akan menggandeng sekolah dan puskesmas di masing-masing wilayah.
Endang memastikan, juga akan mengintensifkan edukasi kepada masyarakat bahwa vaksin yang digunakan aman dan efektif. Pun jika ada efek samping biasanya hanya berupa demam, nyeri, dan pembengkakan pada bagian tubuh yang disuntik.
“Kami harap masyarakat mendukung imunisasi HPV ini karena mencegah lebih baik daripada mengobati,” tegas Endang.
Baca Juga: Warga Purworejo Ikut Keciduk KPK, Persekongkolan Anak dan Ayah Minta Rp 2 M untuk Urus Kasus
Sebelumnya, Ketua Yayasan Kanker Indonesia (YKI) Kota Jogja Dwikisworo Setyowireni mengungkapkan, akan fokus untuk melakukan pendataan pasien kanker. Termasuk bagi anak-anak.
Reni sapaannya menyebut, pendataan bagi anak-anak penting sebagai dasar deteksi dini kanker. Sehingga pemerintah dan YKI bisa melakukan pendampingan hingga pengobatan agar penderita bisa tertolong.
“YKI perlu punya peran pendampingan pasien-pasien kanker. Agar suasana psikologisnya terdukung,” bebernya. (inu/wia)
Editor : Winda Atika Ira Puspita